Media relations adalah salah satu aspek penting bagi perusahaan yang ingin meningkatkan brand awareness dan membangun reputasi di mata publik.
Dikutip dari SEQARA Communications, media memiliki peran besar dalam membentuk opini publik sekaligus membantu brand menyampaikan informasi secara lebih kredibel kepada audiens.
Namun, membangun hubungan dengan media tidak sesederhana mengirimkan press release atau pitch.
Masih banyak brand yang menjalankan strategi media relations tanpa arah yang jelas, sehingga hasilnya kurang maksimal dalam meningkatkan awareness.
Agar media relations dapat benar-benar membantu meningkatkan awareness, perusahaan perlu memahami pendekatan yang tepat.
Dalam artikel ini, RadVoice telah merangkum contoh strategi media relations untuk brand yang ingin meningkatkan awareness secara lebih efektif.
Baca juga: 7 Kesalahan Media Relations yang Sering Bikin Brand Sulit Diliput Media
Mengapa Media Relations Masih Relevan untuk Brand Awareness

Di tengah era media sosial dan digital marketing, media relations masih menjadi strategi penting bagi brand untuk membangun awareness dan reputasi.
Berikut beberapa alasan mengapa media relations masih relevan bagi perusahaan.
Membantu Brand Terlihat Lebih Kredibel
Pemberitaan dari media masih dianggap lebih terpercaya dibandingkan dengan promosi langsung dari brand.
Ketika sebuah brand muncul di media, audiens sering melihat informasi tersebut sebagai validasi pihak ketiga, bukan sekadar iklan.
Karena itu, media relations dapat membantu membangun reputasi positif sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap brand.
Memperluas Jangkauan Audiens
Media memiliki kemampuan untuk menyebarkan informasi secara luas kepada berbagai audiens.
Melalui aktivitas seperti press release distribution, wawancara media, atau media gathering, brand dapat menjangkau orang-orang yang sebelumnya belum mengenal produk maupun perusahaan tersebut.
Selain itu, publikasi media juga membantu meningkatkan brand awareness secara organik karena informasi dapat tersebar kembali melalui media sosial maupun kanal digital lainnya.
Mendukung Aktivitas Marketing Lainnya
Media relations tidak berdiri sendiri. Strategi ini dapat mendukung berbagai aktivitas marketing lain, mulai dari campaign digital hingga peluncuran produk.
Liputan media dapat memperkuat pesan kampanye dan membuat aktivitas pemasaran terasa lebih kredibel.
Dalam situasi krisis pun, hubungan baik dengan media membantu brand menyampaikan klarifikasi atau informasi resmi dengan lebih cepat kepada publik.
Baca juga: Apa Itu Pitch Deck? Arti, Fungsi, Cara Membuat, dan Contohnya
Elemen Penting dalam Strategi Media Relations

Agar efektif, brand perlu memahami beberapa elemen penting agar komunikasi brand dengan media dan publik dapat berjalan optimal.
Penentuan Tujuan Komunikasi
Brand perlu menentukan tujuan komunikasi sejak awal. Tujuan ini bisa berupa meningkatkan brand awareness, membangun reputasi, memperkenalkan produk, atau menangani krisis komunikasi.
Dengan tujuan yang jelas, perusahaan dapat menentukan pesan dan pendekatan komunikasi yang lebih tepat.
Pemilihan Media yang Tepat
Tidak semua media memiliki audiens yang sama. Karena itu, brand perlu memilih media berdasarkan target pasar dan jenis informasi yang ingin disampaikan.
Pemilihan media yang tepat akan membantu pesan brand menjangkau audiens yang relevan dan meningkatkan peluang publikasi.
Jika Anda ingin menjalankan strategi media relations yang lebih terarah untuk meningkatkan brand awareness, RadVoice dapat membantu mulai dari penyusunan storytelling, distribusi media, hingga membangun hubungan dengan jurnalis dan media yang relevan dengan industri Anda.
Penentuan Angle dan Narasi
Dalam media relations, angle atau sudut pandang menjadi salah satu faktor penting agar sebuah cerita menarik bagi media.
Brand perlu menyusun narasi yang jelas, informatif, dan tidak terlalu promosi agar diterima lebih baik di mata jurnalis.
Contoh Pendekatan yang Bisa Dipakai

Setiap brand dapat menggunakan pendekatan media relations yang berbeda tergantung pada tujuan komunikasi dan target audiens yang ingin dicapai.
Berikut beberapa pendekatan yang umum digunakan untuk meningkatkan awareness
Product Launch
Pendekatan ini digunakan saat brand ingin memperkenalkan produk atau layanan baru kepada publik.
Biasanya, perusahaan akan mengirimkan press release, mengadakan media gathering, atau memberikan kesempatan kepada media untuk mencoba produk secara langsung agar mendapatkan eksposur yang lebih luas.
Thought Leadership
Thought leadership bertujuan membangun citra perusahaan sebagai ahli di bidang tertentu.
Pendekatan ini bisa dilakukan melalui wawancara media, artikel opini (op-ed), komentar terkait isu industri, hingga membagikan insight atau data yang relevan kepada publik.
Momentum Campaign atau Event
Brand juga dapat memanfaatkan momentum tertentu seperti hari besar, tren industri, atau event untuk menarik perhatian media dan audiens.
Pendekatan ini biasanya digunakan untuk meningkatkan engagement sekaligus membuat kampanye terasa lebih relevan dengan situasi yang sedang dibicarakan publik.
Baca juga: 10 Tools untuk Meningkatkan Brand Awareness dan Marketing
Kesimpulan

Media relations masih menjadi salah satu strategi penting dalam membangun awareness dan reputasi brand, meskipun era digital terus berkembang pesat.
Dengan pendekatan yang tepat, media dapat membantu brand terlihat lebih kredibel, menjangkau audiens yang lebih luas, serta memperkuat berbagai aktivitas marketing yang sudah berjalan.
Namun, efektivitas media relations sangat bergantung pada bagaimana strategi disusun, mulai dari penentuan tujuan komunikasi, pemilihan media, hingga cara membangun narasi yang sesuai dengan nilai berita.
Pada akhirnya, setiap brand punya kebutuhan berbeda. Karena itu, banyak perusahaan menggunakan jasa PR seperti RadVoice untuk menyusun strategi media relations yang lebih relevan dengan positioning, audiens, dan tujuan awareness mereka.
