Jika Anda pernah mendengar istilah yang kerap disebutkan orang-orang seperti “Apple banget” atau “Nike people”, maka ini adalah salah satu bukti bagaimana strategi brand awareness berhasil membawa sebuah merek produk masuk ke tengah masyarakat.
Brand awareness adalah istilah pemasaran yang mengacu pada seberapa akrab audiens target Anda dengan merek Anda, dan seberapa baik itu dipahami.
Merek dengan awareness yang tinggi umumnya disebut sebagai tren, buzzworthy, atau populer.
Hal ini memiliki banyak manfaat. Begitu konsumen terikat dengan brand Anda, mereka cenderung melakukan pembelian berulang dengan sedikit atau tanpa pertimbangan sebelumnya.
Selain itu, brand awareness juga membantu Anda mengasosiasikan tindakan dan produk dengan brand tertentu.
Itu akan mendorong untuk mengganti kata-kata umum dengan istilah-istilah bermerek. Misalnya, sepatu Nike Air Jordan yang kerap dilabeli sebagai “sepatu basket”. Atau, kalau Anda ingin mencari informasi di mesin pencari, Anda lebih sering mendengar seseorang berkata “Google aja”.
Baca juga: 4 Tipe Brand Awareness yang Wajib Diketahui Pelaku Usaha, Lengkap dengan Contoh!
Apa Itu Brand Awareness?

Secara sederhana, brand awareness adalah kemampuan konsumen untuk mengenali atau mengingat sebuah merek. Ini mencakup kesadaran publik akan nama, logo, warna, hingga nilai-nilai yang dibawa oleh merek tersebut.
Namun, brand awareness bukan sekadar “tahu nama”. Seperti dikutip dari HubSpot, brand awareness adalah seberapa familiar target audiens dengan brand Anda dan seberapa baik mereka mengenalinya.
Ini adalah fondasi dari proses keputusan seseorang untuk melakukan transaksi atau pembelian. Orang cenderung membeli dari merek yang sudah mereka percayai dan kenali.
6 Indikator Brand Awareness

Menentukan apakah brand Anda sudah dikenal luas atau belum sebenarnya bisa dilihat dengan memantau metrik digital pada sosial media.
Dilansir dari Sprout Social, salah satu indikator brand Anda mulai dikenal adalah ketika orang mulai mencari nama toko atau produk Anda secara langsung di Google, serta saat orang lain mulai membicarakan brand Anda secara sukarela/secara organik tanpa diminta.
Ini membuktikan bahwa mereka bukan cuma sekadar tahu, tapi sudah mulai tertarik dan percaya dengan bisnis Anda.
Berikut adalah 6 indikator brand awareness.
Baca juga: Storytelling Ramadan dan Lebaran: Cara Brand Menyentuh Emosi Audiens
1. Direct Traffic & Website Traffic
Salah satu tanda paling jelas bahwa brand awareness Anda meningkat adalah naiknya jumlah orang yang datang langsung ke website.
Dilansir Hubspot hal ini biasanya terjadi ketika audiens sudah cukup familiar dengan brand Anda, sehingga mereka langsung mengetik nama website di browser atau membuka situs dari bookmark, tanpa lewat Google atau iklan terlebih dulu.
Semakin tinggi direct traffic, semakin kuat kemungkinan brand Anda sudah melekat di ingatan mereka
2. Social Media Engagement & Brand Mentions
Menurut Sprout Social, interaksi di media sosial seperti likes, comments, shares, saves, dan mentions bisa menunjukkan seberapa sering brand Anda menjadi bahan percakapan.
Saat banyak orang membicarakan, menandai, atau membagikan konten brand Anda, itu artinya brand Anda punya kehadiran yang kuat di ruang publik digital.
Indikator ini juga sering digunakan untuk melihat share of voice, yaitu seberapa besar porsi percakapan brand Anda dibanding kompetitor.
3. Search Volume Data (Google Trends)

Jumlah pencarian nama brand di Google juga bisa menjadi ukuran yang sangat penting.
Ketika semakin banyak orang mencari nama brand Anda secara spesifik, itu menunjukkan bahwa brand Anda mulai dikenal dan diingat secara organik.
Tools seperti Google Trends membantu melihat apakah minat terhadap brand Anda sedang naik, stabil, atau menurun dari waktu ke waktu.
4. Earned Media
Earned media adalah ketika media, influencer, komunitas, atau pihak ketiga membicarakan brand Anda secara sukarela, tanpa Anda harus mempublikasikannya sendiri.
Contohnya bisa berupa liputan media, ulasan, repost dari kreator, atau pembahasan di forum online. Semakin sering brand Anda muncul di kanal pihak ketiga, semakin besar jangkauan dan kredibilitas brand tersebut di mata publik.
Baca juga: Strategi Marketing Ramadan 2026 dengan TikTok agar Brand Anda Viral
5. Brand Awareness Surveys
Survei tetap menjadi salah satu cara paling akurat untuk mengukur brand awareness. Metode ini biasanya memakai dua pendekatan:
- Unaided recall, yaitu ketika responden menyebut brand secara spontan tanpa bantuan.
- Aided recall, saat responden memilih brand dari daftar yang diberikan.
Lewat survei ini, Anda bisa melihat seberapa kuat brand Anda tersimpan dalam ingatan konsumen.
6. Search Volume Data
Menggunakan alat seperti Google Trends untuk melihat seberapa sering orang mencari nama brand Anda di mesin pencari.
8 Strategi Brand Awareness dan Contohnya

Membangun kesadaran merek sangat penting saat memasarkan dan mempromosikan perusahaan atau produk Anda, terutama pada tahap awal bisnis.
Berikut adalah beberapa strategi membangun brand awareness seperti dikutip dari HubSpot.
Baca juga: Influencer Mikro vs. Makro: Mana yang Lebih Efektif untuk Brand Storytelling?
1. Menjadi Guest Blogger
Menjadi guest blogger atau blogger tamu adalah salah satu cara terbaik untuk meningkatkan kesadaran merek dengan sedikit usaha yang dilakukan.
Anda dapat memanfaatkan lalu lintas yang baik pada situs web lain untuk mendapatkan lebih banyak perhatian pada brand Anda sembari menawarkan konten yang bermanfaat dan relevan dalam blog bisnis tersebut.
Misalnya, salah satu manfaat artikel feature adalah meningkatkan kesadaran publik akan merek tertentu. Menawarkan artikel feature dalam sebuah blog bisa menjadi strategi brand awareness yang efektif.
Atau, Anda juga bisa mencoba cara menulis artikel produk yang tidak terkesan iklan.
Tanpa disadari, Anda menulis dengan suara brand Anda serta menampilkan diri Anda sebagai individu dan sekaligus sebagai perwakilan perusahaan.
Baca juga: 7 Tips Menulis Artikel Bahasa Inggris untuk Brand, Perusahaan, dan Komunitas Lokal
Contoh:
Brand software HR menulis artikel tamu di blog media bisnis tentang tips meningkatkan produktivitas tim yang bekerja hybrid. Di akhir artikel, nama brand disebut sebagai narasumber atau ahli, sehingga pembaca mulai mengenal brand tersebut.
2. Beriklan di Mana-mana
Iklan adalah salah satu cara terbaik untuk membuat orang mengetahui tentang merek Anda.
Jika Anda tertarik untuk benar-benar muncul di mana-mana dan meluncurkan kampanye dalam skala besar, Anda mungkin ingin memunculkan brand Anda di berbagai video, foto, serta iklan media sosial.
Kalau Anda ingin memasang iklan dengan pendekatan yang berbeda, Anda bisa mencoba advertorial. Disajikan dalam bentuk berita dan secara soft selling, terdapat berbagai jenis iklan advertorial dengan beragam kebutuhan bisnis yang bisa Anda pertimbangkan.
Contoh:
Seseorang melihat iklan sebuah brand sepatu di Instagram, lalu menemukan iklan yang sama saat menonton YouTube dan membaca portal berita. Paparan berulang ini membuat nama brand lebih mudah diingat.
3. Buat Slogan yang Singkat dan Menarik

Dengan menggunakan contoh Nike, Anda akan langsung teringat dengan merek tersebut saat mendengar “Just Do It“. Atau, ketika Anda melihat merek McDonald’s, Anda tentu akan terpikir dengan slogan “I’m Lovin’ It“.
Membuat permainan kata sebagai identitas brand adalah landasan dari strategi brand awareness yang kuat dan merupakan cara yang sederhana untuk meningkatkan brand awareness.
Kalimat tersebut harus menjelaskan bagaimana Anda berbeda, apa yang Anda tawarkan, dan mengapa pelanggan harus memilih Anda.
Menggunakan bahasa sederhana merupakan salah satu tips membuat copywriting efektif, yang dapat Anda terapkan untuk menulis slogan berkesan dan mudah diingat publik.
Pastikan Anda juga mengenali audiens brand Anda agar gaya penulisan sesuai dengan segmen pasar yang ditarget.
Contoh:
Brand kopi lokal menggunakan slogan “Teman Fokus Setiap Pagi”. Kalimat ini singkat, mudah diingat, dan langsung menggambarkan manfaat produk bagi pekerja kantoran atau mahasiswa.
4. Menjalankan Iklan Berbayar (Ads)
Iklan berbayar membantu brand Anda dikenal oleh orang-orang baru yang sebelumnya belum pernah berinteraksi dengan bisnis Anda.
Keunggulannya, Anda bisa menargetkan audiens secara spesifik berdasarkan minat, kebiasaan, hingga perilaku online mereka. Ini membuat promosi jadi lebih tepat sasaran.
Contoh:
Iklan sepatu lari muncul di feed Instagram seseorang yang sering mencari informasi tentang marathon, gaya hidup sehat, atau sekadar fomo soal tren culture lari saat ini.
Baca juga: 5 Ide Konten LinkedIn yang Efektif untuk Meningkatkan Branding Perusahaan
5. Menggunakan Referral Program

Rekomendasi dari teman atau keluarga biasanya jauh lebih dipercaya daripada iklan. Karena itu, referral program bisa menjadi strategi efektif untuk memperluas awareness sekaligus mendorong pengguna baru.
Caranya sederhana, misalnya Anda bisa memberi insentif kepada pelanggan lama yang berhasil mengajak orang lain mencoba produk Anda.
Contoh:
Aplikasi dompet digital memberikan bonus saldo Rp25.000 kepada pengguna yang berhasil mengajak temannya mendaftar.
6. Search Engine Optimization (SEO)
SEO membantu website atau konten brand Anda lebih mudah ditemukan di Google ketika audiens mencari topik yang relevan.
Meski hasilnya tidak instan, SEO adalah investasi jangka panjang yang sangat kuat karena membuat brand Anda terus muncul di momen saat orang sedang membutuhkan solusi.
Contoh:
Jasa katering Anda muncul di halaman pertama Google ketika seseorang mencari kata kunci “katering diet sehat Jakarta”.
Baca juga: Tren Voice Technology: Saatnya Brand Bicara dengan Suara
7. Kolaborasi Antar Brand (Co-Branding)
Berkolaborasi dengan brand lain bisa membuka akses ke audiens baru tanpa harus membangun semuanya dari nol.
Pilih brand yang punya target pasar serupa, tetapi tidak menjadi pesaing langsung. Dengan begitu, kedua pihak bisa saling bertukar exposure dan memperluas jangkauan.
Contoh:
Brand fesyen berkolaborasi dengan brand minuman kekinian untuk meluncurkan merchandise edisi terbatas.
8. Menyelenggarakan Event atau Webinar

Memberikan pengalaman langsung akan membuat audiens lebih mudah mengingat brand Anda.
Di era digital, event tidak harus selalu offline. Webinar, live session, atau workshop online juga sangat efektif untuk membangun awareness sekaligus kepercayaan.
Contoh:
Brand peralatan masak mengadakan kelas memasak gratis via Zoom bersama chef profesional.
Baca juga: 5 Tips Menyusun Media Kit yang Informatif untuk Brand Anda
Kesimpulan
Membangun brand awareness bukan proses yang instan, karena membutuhkan konsistensi, pesan yang jelas, dan hadir di platform yang tepat.
Mulai dari konten edukatif, SEO, media sosial, hingga kolaborasi strategis, setiap langkah membantu brand Anda semakin mudah dikenali dan diingat. Ketika dilakukan secara konsisten, brand Anda akan lebih berpeluang menjadi pilihan pertama saat konsumen membutuhkan solusi.
Sudah siap membuat brand Anda semakin dikenal luas? Mulailah dari satu strategi yang paling relevan dengan audiens Anda hari ini!
