Brand awareness tidak hanya berfungsi untuk membuat brand dikenal, tetapi juga untuk membentuk bagaimana audiens memahami, mengingat, dan merasakan sebuah merek.
Perannya semakin penting di tengah persaingan bisnis yang semakin padat. Tanpa pemahaman yang tepat, brand bisa sulit dibedakan dan mudah dilupakan oleh audiens.
Melalui pembahasan ini, penting untuk melihat bagaimana berbagai tipe brand awareness bekerja dalam membangun kekuatan sebuah merek secara lebih strategis.
Lalu, apa saja tipe brand awareness yang perlu dipahami pelaku usaha? Berikut penjelasannya.
Apa itu Brand Awareness

Brand awareness sendiri adalah tentang menunjukkan dengan tepat apa yang membuat produk atau layanan Anda unik.
Setelah itu, keunikan tersebut digunakan untuk menunjukkan nilai-nilai perusahaan Anda kepada publik.
Kesadaran merek bukan hanya tentang orang-orang yang dapat mengenali brand Anda.
Orang-orang juga harus dapat mengingat apa yang dilakukan oleh merek tersebut, nilai-nilainya, reputasinya, dan bagaimana perasaan mereka terhadap merek tersebut.
Tanpa branding yang tepat, pelanggan tidak mungkin mengenali apa yang membuat bisnis Anda berbeda dari pesaing, terutama saat mereka membutuhkan produk atau layanan tertentu.
Menggunakan logo atau elemen merek Anda di situs web, melalui media sosial, dan di mana pun Anda dipublikasikan akan memudahkan orang mengenali brand Anda.
Menawarkan pengalaman merek yang konsisten dan menyampaikan misi dan nilai-nilai Anda juga penting untuk brand awareness.
4 Tipe Brand Awareness dan Contohnya

Seseorang dapat mengingat sebuah merek dengan beberapa cara.
Oleh karena itu, penting untuk memahami cara membangun kredibilitas brand lewat konten atau mengetahui jenis media relations untuk meningkatkan public awareness.
Berikut adalah berbagai jenis atau tipe brand awareness seperti dikutip dari Referral Rock.
1. Brand Recall
Apa yang dimaksud dengan brand recall? Tipe brand awareness yang satu ini didefinisikan sebagai kemampuan pelanggan untuk memunculkan nama merek dari ingatan mereka sebagai hasil dari permintaan sebuah kategori produk.
Misal, ketika konsumen mendengar kata “maskapai penerbangan” yang merupakan kategori sebuah produk, maka akan muncul nama-nama merek tertentu dalam benaknya.
Begitu pula dengan kategori-kategori produk lainnya yang menghadirkan banyak nama brand di benak seseorang.
Brand recall yang sifatnya tanpa bantuan dan spontan menunjukkan bahwa ada hubungan yang kuat antara kategori produk dan merek.
2. Brand Recognition
Brand recognition atau pengenalan merek adalah upaya untuk membantu kemampuan pelanggan membedakan sebuah produk ketika berhubungan dengan merek tersebut.
Dengan tipe brand awareness yang satu ini, pelanggan mungkin tidak perlu mengingat nama merek yang tepat.
Namun, misalnya, ketika nama merek diberikan, pelanggan dapat menyebutkan produk atau kategori produk.
Brand recognition juga dapat diperoleh melalui fitur lain seperti slogan, kemasan, logo, dan jingle. Ketika seseorang mengingat brand Anda, faktanya menunjukkan bahwa merek tersebut telah mencapai target pasarnya.
Sebagian besar pelanggan dapat dengan mudah mengenali suatu merek dibandingkan dengan mengingat nama merek secara akurat ketika mereka hanya memiliki kategori produk.
3. Top-of-Mind Awareness
Apa yang sebenarnya dimaksud dengan top-of-mind awareness? Hal ini didefinisikan sebagai merek pertama yang muncul di benak pelanggan saat mereka ditanya tanpa diminta tentang kategori produk.
Singkatnya, ini adalah respons yang muncul di luar kepala seseorang.
Sebut saja ketika pelanggan mencari air mineral kemasan, tentu yang akan disebut adalah ingin membeli ‘Aqua’.
Ketika konsep yang sama diterapkan pada kelompok konsumen yang lebih besar, hal ini kemudian disebut sebagai nama merek yang paling diingat. Meskipun terkadang, ada banyak nama merek yang diingat.
Merek yang dapat diingat oleh konsumen ‘di luar kepala’ sangat mungkin untuk dipertimbangkan selama pembelian.
Hal ini terutama terjadi ketika konsumen harus memilih di antara merek-merek yang bersaing, terutama saat adanya asosiasi positif dengan merek tersebut.
4. Dominasi Merek
Tipe brand awareness yang berikutnya adalah saat konsumen hanya dapat mengingat satu nama merek dalam kategori produk.
Ini berarti kita berbicara tentang nama merek yang sangat terkenal atau household name.
Household name dipandang sebagai indikator kesuksesan merek. Terkadang, nama merek menjadi identik dengan kategori produk. Merek seperti itu dikatakan sebagai merek generik.
Contoh yang bagus adalah Odol. Biasanya, ketika seseorang menginginkan pasta gigi, mereka cenderung meminta Odol.
Meskipun mungkin terlihat seperti ide yang bagus untuk sebuah brand yang akhirnya menjadi generik, hal ini dapat merugikan sebuah merek.
Pada kondisi tertentu, bisa saja nama merek pesaing diperkenalkan ketika ada permintaan nama merek generik.
Misalnya, seseorang mungkin meminta odol di supermarket. Akan tetapi, penjual malah diberikan alternatif yang mungkin lebih murah.
Cara Membentuk Brand Awareness untuk Brand

Membangun brand awareness tidak bisa dilakukan secara instan. Dibutuhkan strategi yang konsisten agar brand dapat dikenal, diingat, dan dipercaya oleh audiens. Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan untuk membentuk brand awareness secara efektif, dilansir dari CIMB Niaga.
Membuat nama, logo, dan slogan yang mudah diingat
Nama, logo, dan slogan merupakan identitas utama sebuah brand. Ketiga elemen ini harus dirancang secara jelas dan konsisten agar mudah dikenali dan diingat oleh audiens. Identitas yang kuat membantu brand lebih menonjol dibandingkan dengan kompetitor.
Memanfaatkan media sosial secara strategis
Media sosial menjadi salah satu channel paling efektif untuk meningkatkan brand awareness. Dengan penggunaan yang konsisten dan terarah, brand dapat menjangkau audiens yang lebih luas. Fokus pada platform yang paling relevan dengan target audiens agar strategi lebih optimal.
Mengikuti event dan aktivasi brand
Berpartisipasi dalam event seperti pameran, seminar, atau kegiatan komunitas dapat membantu brand berinteraksi langsung dengan audiens. Pendekatan ini memberikan pengalaman yang lebih personal dan memperkuat hubungan antara brand dan konsumen.
Menyiapkan strategi dan anggaran yang matang
Setiap upaya membangun brand awareness membutuhkan perencanaan yang jelas, termasuk dari sisi anggaran. Dengan strategi yang terukur, brand dapat menjalankan aktivitas promosi secara lebih efektif dan berkelanjutan.
Kesimpulan
Brand awareness adalah topik dengan informasi yang beragam.
Agar upaya meningkatkan kesadaran merek Anda berhasil, Anda perlu memahami berbagai tipe brand awareness berikut.
1. Brand recall
2. Brand recognition
3. Top-of-mind awareness
4. Dominasi merek
Ketika telah memahami tipe brand awareness yang ada, seharusnya Anda dapat dengan mudah menghasilkan ide-ide yang dapat diterima oleh audiens untuk peningkatan brand image ke depannya.