Panduan Menyusun Kerangka dan Struktur Artikel Opini yang Tepat

artikel opini

Menulis opini tidak sekadar menyampaikan pendapat, tapi juga berbagi wawasan dan pengetahuan yang bermanfaat bagi pembaca.

Dibutuhkan kerangka dan struktur artikel opini yang tepat agar gagasan Anda tersampaikan dengan jelas dan mudah dipahami oleh audiens.

Tanpa kedua hal tersebut, Anda akan kesulitan menyelesaikan sebuah artikel berkualitas, terutama jika ingin menulis opini di media.

Untuk itu, agar artikel opini Anda berkualitas, RadVoice Indonesia akan membahas kerangka serta struktur artikel opini secara lebih mendalam.

Pengertian Artikel Opini

Sebelum mengetahui struktur artikel opini, sebaiknya Anda pahami definisi jenis artikel ini terlebih dahulu.

Artikel opini adalah tulisan yang berisi pendapat atau pandangan seseorang mengenai suatu isu atau permasalahan yang biasanya dimuat di media cetak atau online.

Inti dari artikel opini adalah menyampaikan gagasan oleh para pakar, disertai analisis dan berbagai alternatif solusi yang dianggap relevan.

struktur artikel opini
Inti dari artikel opini adalah menyampaikan gagasan oleh para pakar, disertai analisis dan alternatif solusi yang dianggap relevan. (Foto oleh Freepik)

Karakteristik paling mendasar dalam artikel opini adalah sifatnya yang subjektif.

Selain itu, pendapat yang disampaikan harus didukung dengan argumentasi logis dan dapat dipertanggungjawabkan melalui data, bukti, maupun contoh-contoh yang relevan.

Artikel opini sering menggunakan gaya bahasa persuasif untuk memengaruhi perspektif pembaca dan membuat argumen lebih meyakinkan.

Baca Juga: Menerbitkan Opini di Media dengan Peneliti HI Ratih Kabinawa

Struktur Artikel Opini

Struktur artikel opini yang sistematis akan membantu pembaca memahami argumen dengan lebih mudah.

Secara umum, struktur artikel opini mencakup judul, pernyataan pembuka, argumen, bukti dan kesimpulan.

1. Judul

Artikel opini diawali dengan judul untuk menarik perhatian pembaca. Hindari membuat judul opini yang panjang dan bertele-tele. 

Jumlah kata tidak menjadi hal utama, yang terpenting judul itu sesuai dengan pembahasan dalam artikel.

Judul juga tidak mesti harus dibuat terlebih dahulu. Banyak penulis justru memilih membuat judul setelah artikel selesai disusun agar lebih tepat menggambarkan isi tulisan.

Misalnya, judul opini yang pernah diterbitkan detik.com pada 15 Mei 2023 berjudul ‘Tahun Politik dan Stres Pemilu’. 

Judul ini menggambarkan isi opini tentang dinamika tahun politik bisa memengaruhi kondisi psikologis masyarakat.

struktur artikel opini
Judul opini detik.com pada 15 Mei 2023 ‘Tahun Politik dan Stres Pemilu’. (Tangkapan layar dari Detik.com)

2. Pernyataan Pembuka

Setelah judul, Anda bisa menyampaikan pernyataan pembuka berupa ringkasan singkat tentang opini yang akan disampaikan. 

Pengantar ini penting karena menjadi titik awal untuk menarik perhatian pembaca. Mulailah dengan pernyataan yang kuat atau kutipan yang relevan.

Jika pembaca tertarik pada baris pertama yang Anda tulis, mereka kemungkinan akan melanjutkan membaca di baris kedua, ketiga, seterusnya sampai kesimpulan.

Misalnya, dalam opini ‘Tahun Politik dan Stres Pemilu’, penulis membuka dengan kalimat yang menggambarkan suasana menjelang pemilu yang dipenuhi perdebatan, banjir informasi, dan tekanan sosial. 

Dengan demikian, pembaca memahami arah tulisan dan alasan mengapa topik tersebut penting untuk dibahas.

Baca Juga: 5 Contoh Artikel Opini yang Layak Tayang di Media

3. Argumen

Dalam bagian isi, sampaikan argumen Anda tentang topik yang dibahas secara jelas dan logis. 

Agar artikel lebih berbobot, argumen sebaiknya didukung oleh data, contoh kasus, pengalaman pribadi, atau analisis situasi terkini.

Tujuannya adalah meyakinkan pembaca bahwa pendapat Anda memiliki dasar yang kuat.

Pada bagian isi artikel, sampaikan argumen secara logis untuk meyakinkan pembaca terhadap opini Anda. (Foto oleh mindandi/ Freepik)

Argumen ini menjadi kesempatan Anda untuk menyampaikan informasi baru yang mungkin belum didengar pembaca. 

Contohnya, dalam opini ‘Tahun Politik dan Stres Pemilu’, penulis menyajikan rangkaian argumen dampak apa saja yang bisa terjadi di tahun pemilu.

Fokus utama argumen dalam opini tersebut yaitu kekhawatiran dan dampak psikologis maupun sosial yang diprediksi akan muncul di tahun pemilu.

4. Bukti

Bukti ini termasuk data atau contoh kasus yang menjadi bagian dari argumen Anda. Ada banyak cara untuk memasukkan bukti pendukung ini ke dalam penulisan opini Anda. 

Selain dalam bentuk tulisan, Anda juga dapat menyampaikan dalam bentuk grafik, bagan, tabel, dan lainnya. 

Dalam artikel ‘Tahun Politik dan Stres Pemilu’, penulis menggunakan bukti berupa contoh nyata yang biasa terjadi di lapangan, mengingat pemilu selalu diadakan lima tahun sekali.

Salah satu contoh bukti yang ditulis yaitu apatisme politik. Masyarakat hobi membicarakan politik tapi keterlibatan di pemilu rendah dan angka golput diprediksi tinggi.

5. Kesimpulan

Akhiri artikel opini Anda dengan kesimpulan yang kuat, bisa berupa ajakan untuk bertindak atau refleksi yang menggugah pembaca.

Kesimpulan sebaiknya menyampaikan pesan utama penulis agar meninggalkan kesan di benak pembaca.

Bagian ini juga bisa memberi solusi atas masalah yang ditulis atau penekanan pada gagasan yang ditawarkan.

Selain itu, kesimpulan juga bisa berisi kalimat yang menggugah dan membakar semangat membaca.

Contohnya, dalam opini ‘Tahun Politik dan Stres Pemilu’, penulis menutup dengan refleksi bahwa stres politik tidak otomatis hilang setelah pemilu.

Penutupnya diperkuat dengan pernyataan satir: “Selamat memasuki tahun politik!”

Kerangka Artikel Opini yang Efektif

Kerangka artikel opini yang baik akan membantu dalam mengatur ide dan menjaga alur tulisan tetap logis.

Menurut Pepih Nugraha, pendiri Kompasiana dan PepNews, kerangka bertujuan untuk mengingatkan penulis opini agar tetap fokus pada hal-hal yang sejak awal sudah ditetapkan.

Outline tulisannya berbentuk pointer-pointer itu menjadi guidance atau petunjuk ke aman penulis opini menyelesaikan tulisannya,” kata Pepih, dalam buku ‘Beropinilah Mengembangkan Proses Kreatif Menulis Opini‘.

1. Menyusun Poin-poin Utama

Setelah menentukan topik, Anda perlu menyusun poin-poin utama yang akan dibahas dalam artikel.

Sebelum menulis artikel opini, tanyakan pada diri Anda:

  • Apa pendapat saya mengenai isu ini?
  • Masalah apa yang ingin saya bahas?
  • Sudut pandang apa yang ingin saya tonjolkan?

Tuliskan setiap poin dengan jelas, lalu pastikan Anda menjawab pertanyaan dasar: siapa, bagaimana, mengapa, kapan, dan apa. 

Usahakan untuk menetapkan satu tema utama agar tulisan tidak melebar ke luar topik. Dalam isi artikel opini, uraikan setiap poin dengan penjelasan yang runtut. 

Gunakan contoh maupun deskripsi agar argumen lebih kuat dan tulisan semakin menarik.

Contoh:

Jika Anda menulis artikel opini tentang pentingnya literasi digital, susun poin-poin dalam kerangka artikel sebagai berikut:

  1. Definisi literasi digital.
  2. Kondisi literasi digital masyarakat saat ini.
  3. Dampak positif jika literasi digital ditingkatkan.
  4. Risiko yang muncul akibat rendahnya literasi digital.
  5. Solusi atau langkah konkret yang bisa dilakukan.

2. Menyusun Data, Informasi, dan Teori sebagai Penguat Argumen

Artikel opini yang baik diperkuat dengan data, informasi, atau teori yang relevan. Tanpa itu, tulisan hanya akan tampak seperti curhat.

struktur artikel opini
Artikel opini yang baik diperkuat dengan data, informasi, atau teori yang relevan. (Foto oleh Freepik)

Gunakan data resmi, laporan riset, atau kutipan dari pakar untuk mendukung argumen.

Misalnya: “Berdasarkan laporan Bank Dunia 2024, adopsi teknologi digital dapat meningkatkan produktivitas UMKM hingga 25%.” 

Data seperti ini menambah bobot sekaligus meningkatkan kredibilitas tulisan.

Jika Anda berencana menerbitkan opini di media massa, RadVoice Indonesia siap merancang strategi komunikasi serta menyusun tulisan agar pesan yang ingin disampaikan jelas pada pembaca.

struktur artikel opini

Let's Amplify Your Voice Together

Tell us about your project, and we will get back to you within one business day.

Contact Us!
Contact Us!
RadVoice Indonesia
Hello
Can we help you?