Dalam dunia digital marketing dan optimasi mesin pencari, kata kunci atau keyword memegang peran krusial dalam menentukan apakah sebuah konten mudah ditemukan atau justru tenggelam di antara jutaan halaman lain.
Pemahaman ini juga berguna untuk mengoptimasi Search Engine Optimization atau SEO.
Namun, masih banyak penulis dan praktisi digital yang menganggap semua kata kunci berfungsi sama. Padahal setiap keyword memiliki karakteristik dan tujuan penggunaan yang berbeda.
Secara umum, keyword adalah kata atau frasa yang digunakan pengguna saat mencari informasi di mesin pencari.
Menurut Gramedia, keyword berfungsi sebagai penghubung antara kebutuhan pengguna dan konten yang disediakan oleh website. Oleh karena itu, memahami berbagai jenisnya menjadi langkah awal untuk membangun strategi SEO yang efektif dan berkelanjutan.
Anda perlu mengetahui berbagai jenis keyword untuk menghindari kegagalan dalam menyusun content strategy. Apa saja jenisnya?
RadVoice Indonesia akan membahasnya lebih lanjut dalam artikel ini.
Baca juga: 3+ Tips Menulis Artikel SEO yang Efektif, Wajib Perhatikan Keyword!
Penggunaan jenis keyword yang tepat membantu mesin pencari memahami konteks dan relevansi sebuah konten. Tidak semua pengguna memiliki tujuan pencarian yang sama.
Ada yang sekadar mencari informasi, ada pula yang siap melakukan transaksi.
Menurut Glints, pemilihan keyword yang tepat tidak hanya meningkatkan peluang tampil di hasil pencarian, tetapi juga membantu menjangkau audiens yang benar-benar membutuhkan informasi tersebut.
Inilah alasan mengapa strategi SEO yang baik selalu melibatkan kombinasi beberapa jenis keyword, bukan hanya mengejar volume pencarian tertinggi.
Sebelum masuk pada jenis-jenis keyword, Anda perlu mengetahui alasannya. Dilansir dari berbagai sumber, berikut pembahasannya.
Pertama, dilansir dari laman Hubspot, jenis keyword dapat membantu Anda untuk memahami jenis pembaca yang mencari sumber dan jenis konten yang sesuai dengan kebutuhan mereka.
Kedua, jenis keyword penting, khususnya yang relevan bagi situs Anda. Keyword tersebut akan membantu Anda untuk mendefinisikan strategi konten dan topik yang cocok yang mencakup situs Anda.
Alhasil, semakin relevan jenis keyword yang Anda tuju, maka akan turut mendongkrak rank situs dan traffic situs.

Ketiga, jenis keyword penting karena membuat situs terlacak di laman hasil mesin pencarian atau search engine result pages (SERP).
Menurut laman MTarget, jenis keyword yang sesuai dengan audiens Anda akan menghasilkan traffic organik.
Traffic ini berasal dari pengunjung yang mencari situs Anda di mesin pencari. Hasil pencariannya dikatakan organik karena pengguna mengetik keyword sesuai masalah atau kebutuhan.
Dengan mengoptimalkan konten dengan keyword yang relevan dan populer, ini akan membantu meningkatkan organic traffic.
Keempat, jenis keyword penting karena Anda dapat memahami tren dan pola permintaan pasar.
Dengan begitu, Anda dapat mendefinisikan strategi pemasaran dan pengembangan produk atau layanan.
Jenis keyword ini dapat Anda analisis dengan alat-alat pencari keyword seperti Semrush, Ahrefs, Moz, hingga Google Keyword Planner.
Kelima, jenis keyword dapat berfungsi untuk mengukur efektivitas strategi pemasaran Anda, khususnya dalam penerapan SEO.
Menurut laman University of Southern California, keyword dan SEO memungkinkan pemasar untuk mengukur efektivitas strategi mereka saat ini.
Laman tersebut menyebutkan, peringkat halaman pencarian yang rendah justru memaksa Anda untuk memperbaiki konten berbasis web atau melakukan pendekatan berbeda ke media sosial.
Menggunakan jenis keyword yang tepat, satu konten dapat berisi tentang ulasan produk, layanan, hingga operasional atau reputasi perusahaan.
Baca juga: 3+ Kesalahan SEO Writer yang Sering Dilakukan, Salah Satunya Mengubah Keyword
Berikut adalah 10 jenis keyword yang umum digunakan dalam optimasi SEO, lengkap dengan penjelasan dan contohnya agar lebih mudah dipahami.
Short tail keyword terdiri dari satu atau dua kata dan memiliki volume pencarian tinggi, tetapi persaingannya juga sangat ketat.
Contoh:
Jenis ini cocok untuk brand besar, namun cukup sulit ditembus oleh website baru.
Long tail keyword lebih panjang dan spesifik, dengan volume pencarian lebih rendah tetapi tingkat konversi lebih tinggi.
Ketika ingin tahu informasi lebih detail, pengguna pun akan memasukkan kata kunci yang lebih panjang (long-tail keyword). Menurut Yoast, mesin pencari semacam Google juga sudah bisa memahami intensi pengguna, sehingga bisa menampilkan apa yang dibutuhkan pengguna.
Contoh:
Jenis ini ideal untuk membangun traffic yang lebih relevan.
Keyword informatif digunakan oleh pengguna yang ingin mencari pengetahuan atau jawaban atas suatu pertanyaan.
Kata kunci ini dicari berdasarkan intensi untuk mencari informasi, bisa berupa informasi tentang cuaca, cara mendidik anak, profil selebritas atau tokoh, dan sebagainya.
Jenis kata kunci ini cocok digunakan jika Anda memiliki target untuk menambah jumlah kunjungan pada situs web.
Contoh:
Konten edukatif seperti artikel dan blog biasanya menargetkan kata kunci ini.
Keyword transaksional menunjukkan bahwa pengguna siap melakukan tindakan, seperti membeli produk atau menggunakan layanan. Kata kunci ini menunjukkan adanya intensi membeli dari pengguna.
Kemungkinan besar, pengguna sudah tahu apa yang ingin mereka beli, tetapi belum tahu harus membelinya di mana.
Contoh:
Banyak perusahaan penyedia jasa dan e-commerce yang menyadari manfaat jenis kata kunci ini untuk memenuhi target pendapatan bisnis atau jumlah transaksi.
Lantas bagaimana jika Anda ingin menjelajah di situs e-commerce? Anda dapat langsung mengetikkan kata kunci lebih spesifik, misalnya untuk brand make up “Barenbliss Mousse Tint”.
Keyword navigasional digunakan ketika pengguna ingin mengunjungi website atau brand tertentu. Maksud dari navigasi artinya pengguna ingin menemukan laman, domain, atau alamat fisik tertentu.
Menurut Semrush, pengguna memasukkan kata kunci ini ke mesin pencari karena mereka sudah tahu apa yang ingin mereka temukan. Misalnya, seorang pengguna ingin berbelanja di pada sebuah e-commerce.
Ia mengetikkan nama e-commerce tersebut di mesin pencari hanya untuk mencari laman login dengan mudah.
Contoh:

Dilansir dari laman Ahrefs, commercial keyword adalah jenis kata kunci yang membuat pengguna ingin membeli sebuah produk secara spesifik, namun masih membutuhkan riset lebih mendalam.
Artinya, kata kunci ini berada di tahap pertimbangan sebelum pembelian.
Jenis commercial keyword cenderung mengarah pada konten-konten ulasan, mulai dari keunggulan, kelemahan, pro dan kontra, hingga keterjangkauan harga.
Contoh:
Keyword lokal menargetkan pencarian berdasarkan lokasi geografis tertentu. Penggunaannya sangat efektif bagi bisnis yang beroperasi di wilayah tertentu karena membantu menjangkau audiens dengan kebutuhan geografis spesifik.
Dengan menargetkan keyword lokal, bisnis dapat meningkatkan peluang konversi karena audiens yang datang sudah memiliki intent yang lebih jelas dan relevan dengan lokasi operasional.
Contoh:
Keyword musiman populer pada periode tertentu, seperti momen tahunan atau tren khusus. Kata kunci ini biasanya mengalami lonjakan pencarian pada waktu tertentu dan penurunan drastis di luar periode tersebut.
Maka, strategi penggunaannya harus disesuaikan dengan momen khusus, seperti akhir tahun, hari besar, atau perubahan tren industri.
Jika dipublikasikan pada waktu yang tepat, konten dengan keyword musiman dapat mendatangkan traffic tinggi dalam waktu singkat dan membantu meningkatkan visibilitas website secara signifikan.
Contoh:
Keyword LSI adalah kata atau frasa yang berkaitan secara semantik dengan kata kunci utama. Ia berperan penting dalam membantu mesin pencari memahami topik konten secara lebih mendalam, bukan sekadar mencocokkan satu kata kunci utama.
Dengan menyertakan keyword yang memiliki keterkaitan makna, konten akan terlihat lebih natural dan kontekstual di mata algoritma mesin pencari.
Penggunaan jenis ini juga membantu menghindari pengulangan kata kunci utama yang berlebihan, sehingga tulisan tetap nyaman dibaca sekaligus optimal untuk SEO.
Contoh:
Keyword ini membantu mesin pencari memahami konteks konten secara lebih menyeluruh.

Keyword evergreen menjadi fondasi penting dalam strategi konten jangka panjang karena relevansinya tidak terikat waktu atau tren tertentu.
Konten yang menargetkan kata kunci ini cenderung terus dicari oleh pengguna dari waktu ke waktu, sehingga mampu menghasilkan traffic yang stabil.
Dengan pembaruan data atau penyesuaian konteks, konten evergreen dapat menjadi aset SEO yang bernilai tinggi bagi website, dan berpotensi mendatangkan traffic secara konsisten.
Contoh:
Baca juga: 3 Manfaat Keyword untuk Tulisan dan Bisnis
Menurut laman Moz, jenis-jenis keyword di atas akan berdampak jika Anda memaksimalkannya dengan baik. Berikut tipsnya.
Riset keyword yang efektif tidak hanya mengandalkan tools, tetapi juga pemahaman tentang audiens dan tujuan konten.
Tools seperti Google Keyword Planner atau Ubersuggest untuk melihat volume pencarian dan tingkat persaingan.
Menurut Gramedia, pemilihan kata kunci sebaiknya mempertimbangkan relevansi konten, kebutuhan pembaca, serta potensi jangka panjang.
Dengan mengombinasikan beberapa jenis keyword dalam satu konten, strategi SEO akan lebih seimbang dan berkelanjutan.
Memahami jenis keyword adalah langkah penting dalam menyusun strategi SEO yang efektif. Dengan mengetahui bahwa keyword merupakan jembatan antara konten dan kebutuhan pengguna, Anda dapat memilih contoh keyword yang tepat sesuai tujuan
Anda perlu memiliki target yang jelas pula terkait performa situs web perusahaan agar Anda bisa menentukan jenis keyword dan konten yang tepat untuk SEO website.
Dengan memadukan berbagai jenis keyword secara strategis, konten tidak hanya berpeluang tampil di mesin pencari, tetapi juga memberikan nilai nyata bagi pembaca.
Sudahkah Anda mengetahui kata kunci yang sesuai dengan bisnis Anda? Keyword yang tepat akan memaksimalkan kegiatan marketing dan penjualan Anda. Tim RadVoice membantu mencapai tujuan target brand Anda.