Jurnalisme terus berkembang seiring dengan kemajuan teknologi. Salah satu profesi yang semakin dibutuhkan dalam industri media adalah profesi jurnalis multimedia.
Profesi ini menggabungkan berbagai keterampilan, mulai dari menulis berita, mengambil gambar, merekam video, hingga mengedit konten untuk berbagai platform digital.
Sebagai salah satu jurnalis multimedia berpengalaman, Tri Wahyuni, dari BBC Indonesia berbagi kepada RadVoice Indonesia tentang peran serta tantangan dalam profesi ini.
Mengenal Profesi Jurnalis Multimedia
Tri memulai kariernya sebagai reporter sebelum akhirnya beralih ke jurnalis video pada tahun 2015 di CNN Indonesia. Ketertarikannya terhadap konten visual membawanya ke peran ini.
Setelah lebih dari lima tahun berkecimpung di bidang tersebut, Tri kemudian melanjutkan kariernya di BBC sebagai jurnalis multimedia yang mencakup tugas menulis dan produksi video.
Tri menyebutkan, jurnalis multimedia memiliki tanggung jawab dan peranan yang berbeda dari jurnalis tulis atau video.
Jurnalis konvensional biasanya berfokus pada satu jenis media, seperti cetak atau siaran.
“Sebaliknya, jurnalis multimedia harus mampu menghasilkan konten dalam berbagai format, termasuk teks, audio, dan video. Kami juga harus memahami strategi distribusi konten di berbagai platform digital,” tuturnya.

Selain itu, proses produksi berita dalam jurnalisme multimedia bisa lebih panjang dibandingkan berita harian di televisi.
Tri menekankan, seorang jurnalis multimedia perlu melakukan riset mendalam untuk menentukan topik, memilih sudut pandang yang tepat, serta menetapkan narasumber yang relevan.
“Setelah wawancara dan pengambilan gambar dilakukan, proses berlanjut ke penulisan naskah, pengeditan video, dan akhirnya publikasi,” kata Tri.
Baca juga: Jurnalis Republika Havid Al Vizki Berbagi Tips Membuat Video Jurnalistik
Keterampilan yang Harus Dimiliki Jurnalis Multimedia
Menurut Tri, skill utama yang harus dimiliki seorang jurnalis multimedia meliputi:
- Menulis berita: Kemampuan menulis yang jelas dan informatif tetap menjadi dasar utama.
- Fotografi dan videografi: Menghasilkan gambar dan video yang mendukung narasi berita.
- Editing multimedia: Memahami perangkat lunak pengeditan untuk meningkatkan kualitas konten.
- Pemahaman media sosial: Menyesuaikan berita agar dapat diakses dengan baik di berbagai platform digital.
- Perencanaan produksi: Menentukan tema berita, mengatur wawancara, menyusun naskah, dan menyunting konten agar sesuai dengan standar jurnalistik.
Tantangan dan Peluang dalam Profesi Jurnalis Multimedia
Seiring dengan meningkatnya konsumsi berita digital, jurnalis multimedia menghadapi tantangan baru yang berbeda dibandingkan dengan jurnalis tradisional.
Teknologi yang terus berkembang menuntut mereka untuk terus memperbarui keterampilan.
Tri mengungkapkan bahwa salah satu tantangan terbesar adalah kecepatan dan akurasi. Dalam era digital, berita harus disampaikan dengan cepat tanpa mengorbankan kebenaran.
“Selain itu, keterbatasan sumber daya dalam produksi multimedia sering kali menjadi kendala, terutama bagi jurnalis independen,” ujarnya.
Baca juga: Jurnalis Independen Ushar Daniele Meliput dengan Empati dan Hati

Dari segi teknis, jurnalis multimedia juga harus mempertimbangkan elemen visual yang dapat memperkuat cerita mereka.
Dalam beberapa kasus, proses produksi dimulai dengan pengambilan gambar dan wawancara sebelum penyusunan naskah.
Sementara dalam situasi lain, naskah disiapkan terlebih dahulu sebelum pengambilan gambar dilakukan.
“Fleksibilitas dan keterampilan manajemen produksi menjadi aspek penting dalam pekerjaan ini,” ucap Tri.
Peluang Karier Jurnalis Multimedia
Dengan meningkatnya permintaan akan konten digital, Tri menilai, peluang karier untuk jurnalis multimedia semakin luas.
Media online, perusahaan teknologi, hingga organisasi non-pemerintah kini mencari jurnalis yang mampu menghasilkan berbagai jenis konten.
Kemampuan untuk beradaptasi dengan teknologi dan platform baru akan menjadi kunci kesuksesan dalam profesi jurnalis multimedia.

Selain di industri media, jurnalis multimedia juga memiliki peluang besar di bidang lain, seperti produksi konten digital untuk perusahaan, dokumenter, dan komunikasi korporat.
Dengan kemampuan mengemas informasi dalam berbagai format, jurnalis multimedia memiliki keunggulan kompetitif yang dapat diterapkan di berbagai industri.
Baca juga: Menilik Jurnalisme Visual dengan Donny Fernando, Jurnalis Foto Nat Geo Indonesia
Kesimpulan
Profesi jurnalis multimedia telah menjadi bagian penting dalam industri media modern.
Dengan keahlian dalam berbagai format konten dan kemampuan beradaptasi dengan teknologi baru, jurnalis multimedia memiliki peluang besar dalam dunia jurnalistik digital.
Jurnalis BBC Tri Wahyuni menunjukkan bagaimana peran ini menuntut kreativitas dan ketahanan dalam menghadapi tantangan industri yang terus berkembang.
Bagi Anda yang ingin menekuni profesi jurnalis multimedia, penting untuk terus mengasah keterampilan, memahami perkembangan teknologi, dan tetap menjunjung tinggi prinsip-prinsip jurnalisme yang akurat dan kredibel.
Wawancara dengan Tri Wahyuni dilakukan pada Rabu, 22 Januari 2025. Percakapan ini telah diedit agar lebih ringkas.