Ketika Satu Detik Sangat Berharga, Cerita di Balik Layar Julio Trisaputra Hasilkan Foto Bermakna

Menghasilkan foto yang indah secara visual dan memanjakan mata bukanlah hal yang sulit bagi seorang fotografer.

Namun, hal yang jadi tantangan adalah ketika foto itu harus mampu memberikan fakta dan manfaat bagi masyarakat luas.

Mengambil foto yang bermakna ini jadi ‘santapan’ sehari-hari fotografer jurnalis tvOnenews.com, Julio Trisaputra

Tentu hal ini bukan hal mudah, tapi menjadi kebahagiaan tersendiri ketika foto yang dihasilkan bisa bermanfaat untuk orang lain.

Baca juga: 7 Soft Skill Saat Mengedit Berita yang Harus Anda Kuasai

Di Balik Foto Bermakna, Ada Kerja Keras Fotografer di Tengah Kondisi Tak Terduga

Sebagai fotografer, Julio bertugas merekam, meliput, dan menyampaikan fakta dari suatu peristiwa di Indonesia dalam bentuk visual.

Seperti jurnalis tulis, sebelum memulai harinya di lapangan Julio mengikuti arahan dari koordinator liputan atau korlip untuk kemudian menggali suatu peristiwa atau isu.

Namun, sedikit berbeda dari jurnalis biasa, fotografer jurnalis harus menyiapkan alat yaitu kamera serta pendukungnya.

“Sebelum itu, saya juga mempersiapkan peralatan seperti kamera, baterai, kartu memori, dan alat pendukung lainnya,” kata Julio.

Sesampainya di lokasi, hal pertama yang dilakukan seorang fotografer adalah melakukan observasi situasi supaya paham soal isu yang digali.

Setelah memahami situasi, di sinilah hal semakin menantang. Julio mengatakan, ia tidak bisa sekadar memotret tapi harus mencari momen paling pas.

“Contohnya seperti aksi demonstrasi makan bergizi gratis, yang di mana sejumlah massa membawa peralatan masak, poster, spanduk, dan alat pendukung aksi lainnya. Saya memotret objek-objek tersebut sebagai inti tema dari aksi,” katanya.

Setelah mendapatkan foto yang diperlukan, ia kemudian menyeleksinya serta disunting sesuai standar jurnalistik sebelum akhirnya dikirimkan ke redaksi.

Baca juga: 15 Contoh Teks Berita Berbagai Topik Terbaru dengan Unsur 5W+1H

Tak Asal Ambil Foto, Ini Pertimbangan Fotografer di Balik Layar

Julio Trisaputra

Pertimbangan dibutuhkan seorang fotografer sebelum bekerja. (Foto oleh Julio Trisaputra)

Julio mengisahkan, dalam langkahnya sebagai fotografer memerlukan beberapa pertimbangan sebelum menentukan fokus yang diliput.

Ia menjelaskan, sebagai fotografer jurnalis ia juga mempertimbangkan nilai berita dari suatu peristiwa.

“Saya melihat apakah suatu peristiwa tersebut bermanfaat bagi masyarakat luas atau tidak, dan apakah peristiwa tersebut memiliki unsur konflik, human interest, dan kebaruan. Dari situ saya menentukan fokus utama yang ingin ditampilkan dan dikirim ke redaksi,” ujar Julio.

Salah satu pengalaman Julio adalah ketika meliput bencana banjir. Fotografer jurnalis tidak bisa hanya mengambil foto genangan air, tapi harus bisa menyampaikan pesan lain.

Biasanya dalam meliput banjir ia juga akan memotret dampak bencana itu terhadap kehidupan warga, mulai dari aktivitas terganggu hingga upaya masyarakat di tengah situasi sulit.

Angle dipilih berdasarkan aspek yang paling kuat dalam menceritakan peristiwa melalui visual sehingga pembaca dapat memahami konteks hanya degan melihat foto yang ditayangkan,” katanya.

Satu Detik yang Begitu Berharga

Selain menjadi fotografer, pekerjaannya mengharuskan Julio untuk menulis juga. Oleh karena itu, ketika meliput ia harus memiliki manajemen waktu yang baik.

Dirinya menjelaskan bahwa kunci agar pekerjaannya selesai dengan baik adalah manajemen waktu dan prioritas.

“Saat di lapangan, fokus utama saya adalah mendapatkan foto yang dibutuhkan terlebih dahulu, karena momen tidak bisa diulang. Satu detik terlewat, momen yang sama tidak akan terulang lagi,” ungkapnya.

Setelah mengamankan materi visual, ia kemudian melanjutkan tugasnya dengan mengumpulkan data untuk kebutuhan penulisan.

Menurut Julio, perencanaan yang baik adalah hal penting dalam melakukan pekerjaannya agar semuanya selesai tanpa mengurangi kualitas. 

Baca juga: 5 Tips Sukses Wawancara Doorstop Agar Narasumber Jawab Pertanyaan

Tantangan Seorang Fotografer

Situasi yang cepat berubah harus dihadapi seorang fotografer. (Foto oleh Magnific)

Situasi di lapangan pun bisa dengan cepat berubah, apalagi jika ada kejadian tak terduga atau menyangkut isu sensitif.

Ia menjelaskan, biasanya dalam situasi yang melibatkan aparat atau bencana akan sulit untuk mendapatkan akses ke narasumber atau ke lokasi.

Namun, seorang fotografer harus mampu mengambil keputusan dengan cepat. Sebab, jika terlewat sedetik saja maka momen penting akan hilang.

Di saat bersamaan, fotografer juga harus bisa menjaga dirinya di tengah situasi tak terduga. Etika jurnalistik pun harus tetap diterapkan di setiap pekerjaannya.

“Dalam situasi tertentu, menjaga objektivitas dan tetap profesional di tengah kondisi yang emosional juga menjadi tantangan tersendiri,” kata Julio.

Di luar itu, ia juga harus menghadapi masalah teknis tak terduga seperti pencahayaan sulit, cuaca buruk, hingga lokasi yang tidak mendukung pengambilan gambar.

Tekanan lainnya adalah ketika foto harus segera dikirimkan supaya bisa menjadi materi pendukung pemberitaan secepat mungkin. 

Kesimpulan

Seorang fotografer jurnalis tidak cukup memotret dengan baik, tapi juga harus memperhitungkan etika jurnalistik.

Selain itu, foto yang dihasilkan pun harus bisa mewakili isu utama sehingga bisa lebih bermanfaat untuk masyarakat.

Meski di tengah situasi yang menantang, Julio menekankan bahwa etika jurnalistik harus dijaga agar tetap mengutamakan kepentingan publik.

Wawancara dengan Julio Trisaputra dilakukan pada 11 Juni 2026. Percakapan ini telah diedit agar lebih ringkas.


Fill in the form, and we will get back to you within one business day.

Tell us about your project, and we will get back to you within one business day.