Update Artikel Lama vs Buat Artikel Baru, Mana yang Lebih Efektif untuk SEO?

plugin SEO terbaik untuk wordpress

Peraturan Search Engine Optimization (SEO) yang diterapkan untuk ranking di Google selalu memiliki perubahan seiring waktu berjalan.

Hal ini membuat content writer harus terus memperbarui website dengan tulisan yang baru dan banyak dicari publik.

Namun, selain memperbarui konten, content writer juga bisa menerapkan strategi SEO dengan melakukan update artikel lama.

Lantas, sebenarnya mana yang lebih efektif antara update artikel lama dibandingkan membuat artikel baru?

Di dalam tulisan ini, tim RadVoice menjelaskan soal waktu terbaik update artikel lama sekaligus strategi paling efektif supaya mendapatkan ranking di Google.

Kapan Perlu Update Artikel Lama untuk Menjaga Ranking SEO?

Artikel lama yang sudah tidak relevan bisa menurunkan performa website. (Foto oleh Magnific)

Melakukan update artikel lama ternyata sangat penting untuk menjaga ranking SEO suatu website.

Sebab, artikel lama yang isinya sudah tidak relevan juga akan menurunkan performa website secara keseluruhan.

Penurunan performa konten ini disebut dengan istilah content decay, ditandai dengan traffic organik yang mengecil.

Di dalam Google E-E-A-T (Expertise, Experience, Authoritativeness, and Trustworthiness), nilai sebuah website didasarkan atas keseluruhan isinya, bukan satu halaman saja.

Dikutip dari Marketing Iron, halaman dengan statistik lama, link rusak, dan informasi yang sudah tidak relevan akan membuat website kurang dipercaya oleh Google.

Namun, melakukan update artikel lama bisa menjadi langkah yang salah jika tidak dilakukan dengan tepat.

Lalu, kapan sebaiknya melakukan pembaruan pada artikel lama?

Baca juga: Newsletter, Podcast, dan Video Pendek: Bersaing atau Saling Melengkapi?

Setelah Cek di Google Search Console, Jumlah Klik Rendah

Pertama, pengelola website perlu melakukan pengecekan melalui Google Search Console.

Jika halaman memiliki impresi tinggi tapi click-through rate (CTR) atau jumlah klik rendah, berarti konten di dalamnya sudah muncul di halaman Google namun tidak menarik pembaca. 

Marketing Iron menilai bahwa jika hal ini terjadi, maka masalahnya bukan karena topik yang tidak tepat, melainkan masalah pada elemen SEO seperti meta description atau meta title.

Update secara tepat akan lebih mudah membantu meningkatkan artikel dari ranking bawah ke halaman pertama Google dibandingkan membuat artikel baru.

Ada Data yang Sudah Tidak Berlaku

Momen selanjutnya yang bisa menjadi pertanda untuk update artikel lama adalah jika ada data yang sudah tidak berlaku atau perlu diperbarui.

Di sebuah topik yang sama, bisa jadi data-data di dalamnya berubah seiring perkembangan yang ada.

Saat inilah waktu tepat untuk Anda melakukan update artikel lama. Menurut Search Engine Journal, taktik ini lebih berdampak pada ranking website daripada membuat artikel baru. 

Ada Cara Baru untuk Menyajikan Konten

Seiring perkembangan teknologi, muncul cara baru dalam menyajikan konten. Pengelola website harus memahami kondisi ini.

Bukan tidak mungkin platform CMS yang Anda gunakan menambah update fitur untuk mengelola konten, seperti mengunggah video atau membuat list berbentuk bullet.

Jika demikian, maka update artikel lama bisa dilakukan dengan menerapkan update fitur tersebut.

Baca juga: 15 Keyword Tool Gratis yang Bisa Dimanfaatkan untuk Bisnis

Cara Update Artikel Lama agar Masuk Ranking di Google

3+ Tipe Negative SEO yang Perlu Diwaspadai, Bahaya!

Memeriksa poin penting di artikel lama bisa meningkatkan ranking website di Google. (Foto oleh Magnific)

Melakukan update artikel lama bukan berarti mengubah semua yang sudah Anda tulis.

Cukup memeriksa beberapa poin penting yang memang perlu diperbaiki akan cukup untuk mengantarkan website Anda meningkat di ranking Google.

Berikut beberapa cara melakukan pembaruan pada artikel lama:

Pastikan Topik Masih Relevan

Setelah Anda memilih artikel lama yang akan diperbarui, maka lihat topik yang dibahas di dalamnya. Pastikan isi utama dari tulisan itu masih relevan.

Jika ternyata topik itu sudah tidak relevan, bukan berarti langsung hapus artikel tersebut. 

Pilihan lainnya, Anda bisa menyambungkan topik yang sedang banyak dibahas dan berhubungan dengan inti di artikel lama tersebut.

Pahami Search Intent Terbaru dan Terapkan di Artikel Lama

Selanjutnya, Anda perlu memeriksa struktur artikel lama mulai dari judul hingga kesimpulan. 

Kemudian, Anda harus memahami search intent yaitu tujuan utama pengguna mencari kata kunci di mesin pencarian.

Beberapa contoh search intent dikutip dari blog Rumahweb, antara lain adalah:

  • Kata kunci “cara” untuk mencari konten yang menyajikan tutorial.
  • Kata kunci “apa itu” untuk mengetahui penjelasan mengenai sesuatu.
  • Kata kunci “vs” biasanya menunjukkan perbandingan.

Perbaiki Elemen SEO: Keyword Utama, Internal Link, dan Meta Description

Sebelumnya sudah dijelaskan bahwa jika halaman website Anda muncul di pencarian Google tapi CTR-nya rendah berarti ada yang salah dengan elemen SEO-nya.

Oleh karena itu, Anda perlu memeriksa elemen SEO yang terdapat dalam artikel itu mulai dari keyword utama dan pendukung, internal link, meta description, hingga meta title.

Pelajari keyword yang relevan dengan artikel tersebut tapi sedang banyak dicari oleh pembaca.

Selanjutnya, ubah meta title sesuai dengan keyword terbaru. Jangan lupa untuk mengubah meta description yang mengundang pembaca untuk klik halaman website tersebut.

Pastikan juga bahwa artikel itu mengandung internal link supaya artikel relevan lainnya bisa diketahui oleh pembaca.

Lakukan Evaluasi

Tahapan terakhir yang tidak kalah penting adalah melakukan evaluasi atas update artikel lama.

Rumahweb menyarankan agar Anda kembali memeriksa apakah ada perubahan ranking website di Google.

Kemudian, periksa performa website yaitu traffic organik hingga engagement.

Baca juga: 7 Tipe Negative SEO yang Perlu Diwaspadai

Kapan Perlu Fokus Membuat Artikel Baru

Setelah mengetahui waktu terbaik untuk update artikel lama, selanjutnya adalah memahami saat website membutuhkan artikel baru.

Saat Anda merasa suatu topik artikel menarik tapi kurang detail, maka bisa jadi itu waktunya artikel baru dibuat.

Topik artikel itu bisa sama, tapi ada angle atau sudut pandang tertentu yang bisa dijadikan satu artikel utuh lainnya.

Angle baru itu bisa berisi detail soal strategi atau teori yang paling mutakhir.

Strategi SEO Paling Efektif: Kombinasi Update Artikel Lama dan Artikel Baru

Jika Anda ingin meningkatkan ranking website Anda di Google, maka strategi SEO terbaik adalah kombinasi antara memperbarui artikel lama dan membuat konten baru.

Melakukan pembaruan konten penting dilakukan ketika ingin mendorong artikel lama yang berpotensi memiliki traffic tinggi.

Sementara itu, jika ada topik yang belum pernah dibuat maka penting untuk membuatnya menjadi artikel baru.

Setelahnya, tambahkan internal link dari artikel baru ke konten-konten lama yang sudah diperbarui.

Langkah selanjutnya yang perlu diingat adalah, ketika melakukan pembaruan konten jangan ganti URL artikel sebelumnya.

Anda cukup mengganti data-data yang perlu diperbarui dan menyesuaikan tanggal publikasi menjadi waktu terbit terbaru.

Kesimpulan

Update artikel lama vs membuat artikel baru bukanlah soal mana yang lebih penting, tapi bagaimana menyusun strategi yang tepat.

Mempelajari performa website perlu dilakukan sebelum Anda memutuskan untuk memilih strategi SEO paling efektif.

Jika Anda ingin menjaga performa website dengan artikel yang relevan, tim RadVoice dapat membantu merancang langkah tepat agar konten Anda sesuai dengan kaidah SEO.

Fill in the form, and we will get back to you within one business day.

Tell us about your project, and we will get back to you within one business day.