Bagi Anda yang aktif di media sosial, pasti sudah tidak asing lagi dengan penggunaan hashtag.
Menurut blogger teknologi Chris Messina, hashtag dibuat agar percakapan dan konten bertopik sama bisa terkumpul dan mudah dicari oleh pengguna media sosial.
Sekarang, penggunaan hashtag semakin populer karena tidak hanya digunakan di X, namun juga Facebook, Instagram, dan media sosial lainnya.
Manfaat penggunaan hashtag untuk konten juga sudah tidak diragukan lagi. Dengan hashtag, audiens akan lebih mudah menemukan konten yang relevan dengan memilih topik yang menarik bagi mereka.
Hashtag juga bermanfaat dalam dunia digital marketing. Mulai dari meningkatkan engagement, membangun brand image, dan sarana kampanye lintas platform.
Lantas, bagaimana tips hashtag yang tepat, serta contoh penerapannya agar konten lebih maksimal? Berikut ulasan dari RadVoice Indonesia.
Apa Itu Hashtag?

Hashtag adalah kata atau frasa yang diawali tanda pagar (#) dan digunakan di media sosial untuk mengelompokkan konten berdasarkan topik tertentu.
Dengan menambahkan hashtag, konten Anda akan lebih mudah ditemukan oleh pengguna lain yang sedang mencari topik serupa.
Penggunaannya kini tidak hanya terbatas pada media sosial seperti Instagram atau X, tetapi juga di TikTok, YouTube, LinkedIn, hingga Facebook.
Hashtag membantu algoritma memahami isi konten dan mencocokkannya dengan minat pengguna.
Baca Juga: Mengenal Corporate Creator, Pembuat Konten untuk Perusahaan
Tips Menggunakan Hashtag dan Contohnya
Agar konten yang dibagikan bisa menjangkau lebih banyak audiens, pembuat konten perlu menggunakan hashtag secara maksimal. Oleh karena itu, ada beberapa tips yang bisa Anda gunakan untuk memaksimalkan penggunaan hashtag. Berikut strateginya:
1. Gunakan Hashtag yang Relevan
Pilihlah hashtag yang sesuai dengan brand Anda. Jangan menggunakan kata-kata yang cenderung dilebih-lebihkan.
Usahakan hashtag dan konten yang diterbitkan relevan dengan karakter perusahaan. Pastikan hashtag sejalan dengan misi dan ciri khas perusahaan. Selain itu, Anda juga bisa membuat hashtag yang unik supaya gampang diingat.
Contoh: Jika Anda mengunggah foto dengan lokasi Bandung, gunakan hashtag seperti #Bandung, #InfoBandung, #BandungHits, #ExploreBandung, bukan #WeekendVibes (kecuali memang relevan).
Baca Juga: 5 Cara dan Ide Menulis Konten Lucu yang Tetap Edukatif
2. Hashtag yang Tidak Berlebihan

Gunakanlah hashtag secukupnya. Menggunakan hashtag yang berlebihan justru akan membuat konten Anda sulit ditemukan oleh audiens dan cenderung terkesan tidak profesional.
Sebaliknya, hashtag yang singkat lebih mudah diingat. Anda bisa menggunakan kira-kira satu sampai tagar, namun harus relevan.
Contoh: Anda tidak perlu menggunakan hashtag seperti #likeforlike, #followforfollow, #photooftheday karena terlihat seperti spam.
3. Unggah di Waktu yang Tepat
Mengunggah konten dengan hashtag di waktu yang tepat bisa Anda lakukan supaya audiens bisa dengan cepat menemukan postingan.
Tidak hanya itu, mengunggah konten di waktu yang tepat berpeluang menjadi viral. Tentu itu pencapaian yang besar, bukan?
Contoh: Anda membuat konten edukasi seputar tips digital marketing dan menggunakan hashtag seperti #DigitalMarketingTips atau #StrategiKonten.
Anda bisa mengunggah video tersebut pada waktu pagi hari, saat audiens memulai aktivitas dan cenderung membuka media sosial.
4. Pantau Pesaing
Pesaing tidak selalu menjadi musuh dalam bisnis. Dengan adanya pesaing, Anda justru terbantu dan lebih tertantang untuk memberikan konten yang lebih menarik dan berkualitas, khususnya dalam pemberian hashtag.
Jika ingin memaksimalkan hashtag, Anda juga harus memantau kata-kata yang digunakan oleh pesaing. Caranya? Kumpulkan sebanyak mungkin informasi tentang kompetitor Anda.
Mulai dari catat hashtag apa saja yang paling sering digunakan dan berbagai kata kunci yang mengundang banyak likes. Hal ini dapat membantu Anda dalam mempelajari bagaimana pesaing ikut terlibat dengan audiens.
Contoh: Anda mengelola akun media sosial UMKM kopi lokal. Salah satu pesaing rutin mengunggah konten dengan hashtag seperti #KopiLokal, #NgopiDiRumah, dan #KopiNusantara.
Dari pantauan tersebut, terlihat bahwa postingan dengan hashtag #NgopiDiRumah mendapatkan likes dan komentar lebih tinggi.
Dari situ, Anda bisa mengadaptasi strategi dengan menyesuaikannya dengan identitas brand sendiri, misalnya menggunakan hashtag #NgopiPagi, #CeritaKopiLokal, atau #KopiPilihanmu.
5. Tempatkan Hashtag di Profil Media Sosial
Terakhir, hal ini bisa juga Anda lakukan untuk mempromosikan konten. Menempatkan hashtag di profil biodata media sosial Anda membantu audiens yang membuka tagar tersebut bisa menemukan ragam topik yang serupa.
Selain itu, penggunaan kata yang catchy dapat membuat audiens lebih mudah mengingat slogan Anda.
Contoh: Anda bisa menambahkan hashtag khusus yang mencerminkan identitas konten, seperti: Edukasi & Insight Media Digital. Tips konten, branding, dan storytelling #RadVoiceTips #NgobrolMedia
6. Gunakan Hashtag Trending

Untuk mencari hashtag trending, Anda perlu sertakan simbol # ke dalam kotak pencarian.
Hal ini juga bisa dilakukan dengan mengeklik opsi ‘tag‘ dan masukkan istilah pencarian yang diinginkan.
Contoh hashtag paling populer di Instagram: #FYP #InstaDaily #ContentCreator #TipsBisnis.
7. Hindari Menggunakan Hashtag Sama yang Berulang
Menggunakan hashtag yang sama berpotensi membuat akun dikenai sanksi oleh algoritma.
Pastikan untuk memilih kata kunci yang tepat untuk setiap postingan.
Contoh: Jika Anda selalu menggunakan hashtag yang sama seperti #TipsKonten #DigitalMarketing #SocialMedia #FYP, algoritma media sosial bisa menilai aktivitas tersebut sebagai kurang natural atau bahkan spam.
8. Hindari Menggunakan Hashtag yang Dianggap Spam
Pastikan Anda menghindari hashtag yang dilarang, tidak pantas, dan berisi spam. Penggunaannya dapat memengaruhi interaksi dan engagement.
Contoh hashtag yang dilarang karena topik yang sensitif yaitu #suicide, #kill dan #selfharm.
9. Buat Hashtag Brand Sendiri
Ciptakan hashtag yang unik dan mudah diingat, termasuk personal branding di era digital.
Hal ini akan membangun brand awareness. Hashtag ini penting untuk campaign marketing.
Contoh hashtag dengan memakai brand sendiri yaitu #RadVoice #RadVoiceTips.
10. Interaksi dengan Pengguna Hashtag
Selain menggunakan hashtag untuk konten Anda, Anda juga harus rutin mencari hashtag yang Anda gunakan dan berinteraksi dengan orang-orang yang menggunakannya.
Dengan memulai percakapan dengan pengguna lain, Anda dapat mulai membangun komunitas pengikut yang sangat terlibat dengan brand Anda.
11. Gunakan Hashtag Musiman dan Liburan
Konten yang fokus terhadap waktu menjadi bagian penting dari strategi hashtag di media sosial.
Konten bersifat siklik, jadi sertakan hashtag yang terkait dengan tahun, musim, bulan, minggu, hari, liburan, atau momen tertentu untuk menjaga postingan Anda mudah ditemukan.
Contoh: Anda membuat konten promosi atau informasi yang berkaitan dengan liburan akhir tahun. Anda bisa menggunakan hashtag musiman seperti: #NewYear2026 #Winter2025.
12. Evaluasi Penggunaan Hashtag
Anda perlu memerhatikan dampak penggunaan hashtag yang kamu gunakan di media sosial.
Langkah ini penting guna memilah mana hashtag yang masih ramai dan mana yang sudah tidak relevan.
Ketika sudah tahu hashtag mana yang tidak populer, hapus hashtag tersebut dan ganti dengan hashtag yang lebih relevan bagi pengguna media sosial.
Kesimpulan
Menggunakan tagar untuk memaksimalkan konten ternyata tidak dilakukan begitu saja. Banyak strategi yang bisa digunakan agar memberikan keuntungan pada konten yang Anda terbitkan. 12 tipsnya yakni:
- Gunakan hashtag relevan
- Hashtag yang tidak berlebihan
- Unggah di waktu yang tepat
- Pantau pesaing
- Tempatkan hashtag di profil media sosial
- Gunakan hashtag trending
- Hindari menggunakan hashtag yang berulang
- Hindari menggunakan hashtag yang dianggap spam
- Buat hashtag brand sendiri
- Interaksi dengan pengguna hashtag
- Gunakan hashtag musiman dan liburan
- Evaluasi penggunaan hashtag
Penggunaan hashtag memang terkesan mudah. Namun, jika ingin menikmati hasil yang maksimal dari penggunaan tagar, Anda harus mempelajari strategi-strategi tertentu. Untuk memperbesar dampak positif dari pemakaian tagar, Anda perlu mengetahui pentingnya manfaat keyword untuk tulisan dan bisnis.
Setelah membaca tips memaksimalkan penggunaan hashtag di atas, apakah Anda sudah tertantang untuk mencobanya? Semoga berhasil!
Butuh bantuan menulis konten artikel dengan hashtag yang tepat? Hubungi Radvoice dan biarkan tim profesional kami menghadirkan konten yang menarik dan efektif untuk Anda.
