Influencer Mikro vs. Makro: Mana yang Lebih Efektif untuk Brand Storytelling?

influencer mikro

Influencer marketing kini jadi salah satu cara paling efektif bagi brand untuk bercerita melalui sosial media seperti Instagram dan Tiktok. Tapi muncul pertanyaan klasik: lebih efektif influencer mikro atau makro untuk membangun brand storytelling?

Jawabannya bergantung pada tujuan brand dan cerita yang ingin Anda sampaikan, seperti untuk kampanye produk atau audiens yang ingin dijangkau, serta pesan apa yang sampai di konsumen. Maka Anda harus jeli dalam memilih influencer.

Studi tentang peran influencer dan minat beli konsumen yang diterbitkan oleh Jurnal Ekonomi, Manajemen, Bisnis dan Akuntansi Review Vol: 5, No 2, 2025 Universitas Pendidikan Nasional menunjukkan bahwa influencer kini berperan sebagai jembatan emosional antara brand dan konsumen, menggantikan pendekatan iklan satu arah dengan komunikasi yang lebih personal dan interaktif.

Kredibilitas mereka berperan penting dalam memengaruhi minat beli karena audiens merasa bahwa influencer memiliki pemahaman mendalam mengenai produk yang dipromosikan.

Brand Storytelling di Era Digital

Menurut Kotler dan Keller (2016), konsumen saat ini tidak hanya membeli produk berdasarkan fungsi, tetapi juga berdasarkan nilai, makna, dan cerita yang melekat pada brand. Brand storytelling menjadi pendekatan penting untuk membangun hubungan emosional dengan audiens.

Influencer tidak hanya berfungsi sebagai media promosi, tetapi juga sebagai pencerita yang mampu menerjemahkan pesan brand ke dalam pengalaman yang relevan dengan kehidupan audiens.

Baca juga: 3 Cara Memilih Influencer untuk Tingkatkan Penjualan, Wajib Tahu!

Mengenal Kategori Influencer

Sebelum masuk ke perbandingan, penting untuk memahami perbedaan dasar antara keduanya:

Influencer Mikro

influencer mikro
Salah satu mikro-influencer hopsek.id, yang berfokus pada ulasan makanan dan wisata di Kota Batu, Malang, Jawa Timur. (Foto oleh tangkapan layar akun Instagram Hopsek.id)

Umumnya memiliki pengikut antara 10.000 hingga 100.000 dan berfokus pada niche tertentu, seperti anak, keluarga, dapur, olah raga, produk kecantikan, ulasan kuliner dan kafe maupun lainnya.

Mereka dikenal memiliki engagement rate yang tinggi serta hubungan yang lebih dekat dan autentik dengan audiens.

Dengan meningkatnya penggunaan influencer dalam strategi pemasaran, brand semakin menyadari pentingnya memilih sosok pemengaruh yang tepat untuk meningkatkan engagement dan penjualan.

Dalam hal ini, influencer mikro, dengan jumlah pengikut lebih kecil namun biasanya punya tingkat interaksi yang lebih tinggi ke pengikutnya.

Sehingga pendapat mereka sering kali lebih efektif untuk sebuah brand storytelling daripada selebritas yang memiliki pengikut lebih banyak tetapi tidak selalu memiliki hubungan yang dekat dengan audiens mereka.

Influencer Makro

Memiliki pengikut antara 100.000 hingga 1 juta, biasanya merupakan selebritas internet atau tokoh publik. Mereka unggul dalam jangkauan luas dan eksposur massal, namun biasanya interaksi personal dengan audiens cenderung lebih rendah.

Meskipun ada pula beberapa selebgram, sebutan untuk mereka, yang berinteraksi dengan para followers-nya hingga selalu meng-update perkembangan sosial terkini.

Sehingga, bila brand Anda ingin ride the wave saat ada momen yang mendukung, menjaga hubungan baik dengan influencer di media sosial harus senantiasa dijaga.

influencer mikro
Salah satu akun makro-influencer Yudi Santoso, yang akrab dengan panggilan Abah oleh para followersnya. (Tangkapan layar dari akun didi_w88)

Mengapa Influencer Mikro Kuat untuk Brand Storytelling?

Influencer mikro unggul dalam membangun cerita yang terasa nyata. Mereka sering kali lebih dipercaya untuk brand storytelling karena dianggap lebih relatable dan transparan berdasarkan pengalaman pribadi kreator.

Cerita brand tidak hanya dilihat, tetapi juga dibicarakan. Di sini-lah tujuan brand storytelling bekerja, memengaruhi audiens dengan gambaran yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, entah terkait pekerjaan, belanja bulanan, pilihan makanan, kosmetik dan liburan, sampai kebutuhan keluarga.

Selain itu, dari sisi biaya, tentu saja influencer mikro lebih efisien dan memungkinkan brand bekerja sama dengan beberapa influencer sekaligus untuk memperkuat narasi brand dari berbagai sudut pandang.

Influencer mikro sering kali unggul dalam membangun brand storytelling yang lebih mendalam dan autentik. Berikut beberapa keunggulannya:

1. Cerita yang Terasa Nyata dan Jujur

Influencer mikro biasanya berbagi pengalaman pribadi. Rekomendasi produk pun terasa seperti cerita sehari-hari, bukan iklan.

2. Interaksi yang Lebih Aktif

Influencer mikro cenderung lebih sering berinteraksi dengan audiens melalui komentar dan pesan langsung, sehingga cerita brand benar-benar didengar dan didiskusikan.

3. Tepat Sasaran untuk Audiens Niche

Karena fokus pada minat tertentu, pesan brand lebih tepat sasaran dan relevan bagi audiens yang dituju.

4. Konten Lebih Organik dan Fleksibel

Gaya penyampaian influencer mikro biasanya lebih natural dan menyatu dengan keseharian audiens.

5. Efisiensi Biaya

Dengan anggaran yang sama, brand dapat bekerja sama dengan beberapa influencer mikro sekaligus untuk memperkuat cerita dari berbagai sudut pandang.

Baca juga: 5 Tips Menjaga Hubungan dengan Influencer

Kapan Makro-Influencer Lebih Tepat Digunakan?

Menurut Widyadhana (2023), influencer makro sangat efektif dalam meningkatkan brand awareness karena memiliki jangkauan audiens yang luas dan visibilitas yang tinggi di media sosial.

Kolaborasi dengan figur publik yang memiliki reputasi kuat dapat memberikan kredibilitas terhadap suatu merek, terutama pada tahap pengenalan produk.

Sebagai contoh, atlet tennis Aldila Sutjiadi, yang menjadi influencer dari brand produk vitamin Enervon Active, pakaian olah raga Asics, juga merek minuman AQUVIVA.

Meski di sisi lain, promosi oleh sosok yang sudah jauh lebih terkenal sering kali dipersepsikan sebagai konten berbayar yang bersifat komersial, sehingga dapat menurunkan persepsi autentisitas di mata audiens dan menyebabkan engagement rate yang lebih rendah dibandingkan influencer mikro.

Influencer makro sangat efektif jika brand ingin menjangkau audiens besar dalam waktu singkat. Beberapa keunggulan utamanya meliputi:

1. Jangkauan Luas dan Eksposur Cepat

Kolaborasi dengan influencer makro memungkinkan brand muncul di hadapan banyak orang sekaligus, terutama saat peluncuran produk atau kampanye berskala besar.

2. Citra Profesional dan Kredibilitas Publik

Sebagai figur yang sudah dikenal luas, makro-influencer dapat memberikan kesan profesional dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap brand.

3. Kualitas Produksi Konten

Public figure maupun selebgram umumnya memiliki tim di balik layar yang memadai untuk menghasilkan konten dengan kualitas visual dan konsep yang matang.

Baca juga: 5 Manfaat Bekerja Sama dengan Influencer

Jadi, Mana yang Lebih Efektif?

Jika tujuan utama brand adalah meningkatkan kesadaran merek secara luas dan cepat, influencer makro merupakan pilihan yang tepat.

Namun, jika brand ingin membangun kepercayaan, kedekatan, dan loyalitas audiens, influencer mikro sering kali lebih efektif.

Strategi Paling Ideal: Pendekatan Hibrida

Banyak brand memilih pendekatan hibrida, yaitu:

  • Menggunakan influencer makro untuk menciptakan perhatian dan eksposur awal
  • Melanjutkannya dengan influencer mikro untuk memperdalam cerita dan membangun hubungan jangka panjang

Pendekatan ini memungkinkan brand tidak hanya dikenal, tetapi juga dipercaya. Meski demikian, memang ada harga yang harus dibayar dengan pendekatan seperti ini.

Kesimpulan

Brand storytelling bukan sekadar tentang seberapa banyak orang yang melihat pesan brand, tetapi seberapa dalam cerita tersebut dirasakan oleh audiens.

Baik influencer mikro maupun makro memiliki pengaruh dan pasar audiens dan konsumennya masing-masing.

Apakah brand Anda ingin menjangkau massa secara luas, atau membangun hubungan yang lebih personal dan bermakna? Jawaban atas pertanyaan tersebut akan menentukan siapa influencer yang paling tepat untuk menyampaikan cerita brand Anda.

Tim RadVoice siap membantu strategi dan pemasaran cerita brand Anda.

Let's Amplify Your Voice Together

Tell us about your project, and we will get back to you within one business day.

Contact Us!
Contact Us!
RadVoice Indonesia
Hello
Can we help you?