Dari Newsletter ke Komunitas, Kenapa Substack Makin Dilirik?

Pada awal September 2026, Anies Baswedan mengumumkan melalui X bahwa ia membuka akun Substack untuk menerbitkan tulisan secara rutin.

Ia bukan satu-satunya figur publik yang menggunakan platform ini. Belakangan, tautan Substack juga semakin mudah ditemukan di bio media sosial, mulai dari jurnalis dan akademisi hingga penulis serta figur publik lainnya.

Substack sendiri diluncurkan pada 2017 sebagai platform untuk menerbitkan dan mengikuti buletin atau newsletter. Pada awalnya, layanan ini berfokus pada pengiriman tulisan langsung ke email pembaca, sehingga penulis memiliki saluran distribusi di luar media sosial.

Seiring waktu, Substack mengembangkan layanannya dengan menambahkan sejumlah fitur di luar newsletter. Menurut data dari Demandsage, Substack kini memiliki lebih dari 35 juta pelanggan aktif, dengan sekitar 5 juta di antaranya adalah pelanggan berbayar.

Secara demografi, Gen-Zine mencatat sekitar 35,75% pengguna Substack berada di rentang usia 18 sampai 34 tahun. 

Baca juga: Di Balik Topeng dan Cermin Kamar, Begini Cara Kayuwa Membawa Tari Tradisional ke Media Sosial

Di tengah banyaknya pilihan platform untuk menulis dan berbagai konten, Substack memiliki pendekatan yang sedikit berbeda. Layanan ini menggabungkan newsletter, langganan berbayar, dan fitur interaksi antarpengguna dalam satu platform. Lantas, apa saja yang membedakannya dari layanan lain? Berikut lima hal yang bisa dilihat.

Tulisan Dikirim Langsung ke Email Pembaca

Salah satu fungsi utama Substack adalah mengirimkan newsletter kepada orang-orang yang berlangganan. Setiap kali penulis menerbitkan tulisan melalui email, pelanggan dapat menerimanya langsung di kotak masuk mereka. 

Substack menggabungkan newsletter, langganan berbayar, dan fitur interaksi antarpengguna dalam satu platform. (Foto oleh Substack)

Cara ini berbeda dari media sosial yang umumnya menggunakan algoritma untuk menentukan konten yang muncul di linimasa. Di Substack, pembaca bisa berlangganan publikasi tertentu dan menerima tulisan dari penulis yang mereka ikuti melalui email.

Meski begitu, bukan berarti semua tulisan pasti dibaca. Email tetap bisa terlewat, masuk ke folder spam, atau tidak dibuka oleh penerimanya. Bedanya, penulis memiliki saluran untuk menjangkau pelanggan tanpa sepenuhnya bergantung pada distribusi konten di media sosial. 

Ada Pilihan Langganan Gratis dan Berbayar

Substack menyediakan pilihan bagi pembaca untuk mengikuti publikasi secara gratis atau membayar biaya langganan. Bagi penulis, sistem ini bisa menjadi salah satu cara memperoleh penghasilan dari tulisan atau konten yang mereka terbitkan.

Penulis dapat menentukan apakah publikasinya bisa diakses secara gratis atau hanya tersedia bagi pelanggan berbayar. Namun, tidak semua penulis harus memasang biaya langganan. Mereka tetap bisa menggunakan Substack untuk menerbitkan tulisan tanpa memungut bayaran dari pembaca.

Baca juga: RadVoice Membantu Tokocrypto Gelar Media Gathering Rayakan Hari Jadi Perusahaan

Demandsage juga mencatat jika Substack baru mengambil bagian sebesar 10% dari pendapatan langganan berbayar. Artinya, penulis menawarkan langganan berbayar perlu memperhitungkan potongan platform serta biaya transaksi lainnya ketika menghitung pendapatan bersih yang mereka terima. 

Model ini memungkinkan penulis untuk membangun sumber penghasilan dari pembaca yang bersedia membayar. Namun, pendapatan tidak datang secara otomatis. Besarnya tetap bergantung pada jumlah pelanggan berbayar, harga langganan, dan konsistensi pembaca dalam memperpanjang langganan mereka.

Menemukan Pembaca dan Komunitas

Tantangan yang sering dihadapi penulis adalah menjangkau pembaca yang tepat, apalagi menemukan sesama penulis dengan minat yang selaras.

Untuk memperluas fungsi platformnya, Substack kemudian memperkenalkan Notes pada April 2023. Fitur ini memungkinkan pengguna membagikan tulisan pendek atau rekomendasi kepada pengguna lain. 

Fitur Notes membuat Substack semakin interaktif. (Foto oleh Substack)

Melalui Notes, pengguna bisa menemukan tulisan dan penulis lain berdasarkan minat yang mereka ikuti. Lewat fitur ini, penulis bukan cuma bisa direkomendasikan ke pembaca baru, tapi juga terhubung dengan sesama penulis lainnya.

Jaringan rekomendasi ini kemudian membentuk semacam komunitas kecil di sekitar topik tertentu, tempat pengguna saling menemukan, saling mendukung, dan merekomendasikan satu sama lain

Kehadiran Notes juga membuat Substack tidak hanya bergantung pada hubungan antara penulis dengan pelanggan. Pengguna dapat menemukan tulisan dari penulis lain berdasarkan topik yang mereka ikuti.

Baca juga: Dari Insiden Atlet ke Krisis Brand: Bagaimana Hyrox Menangani Kontroversi Beijing?

Topiknya Beragam, dari Minat Khusus hingga Budaya Populer

Substack menampung publikasi dengan topik yang beragam, termasuk bidang-bidang yang pembacanya mungkin tidak terlalu banyak, tetapi memiliki minat khusus. Menurut Gen-Zine, platform ini mendorong setiap pengguna untuk menelusuri minat atau niche masing-masing, tanpa harus mengikuti topik yang sedang populer.

Mulai dari publikasi terkait pakaian vintage seperti yang dilakukan Blackbird Spyplane, membahas fenomena terkini dari OnlyFans sampai trending TikTok bersama Maalvika Bhat, tak terkecuali topik kuliner seperti Maangchi’s letter yang membahas resep-resep tradisional Korea. 

Laman Substack Maangchi’s Letter yang digemari banyak pengguna. (Foto oleh RadVoice)

Keragaman topik ini membuat Substack tidak hanya menjadi tempat membaca tulisan panjang, tetapi juga untuk menemukan informasi dan komunitas berdasarkan minat yang sangat spesifik.

Tidak Hanya untuk Menulis Newsletter

Seiring perkembangan fiturnya, Substack kini tidak hanya digunakan untuk menerbitkan tulisan melalui email. Platform ini juga menyediakan fitur lain, seperti Notes, obrolan, dan publikasi dalam format audio maupun video.

Dengan berbagai fitur tersebut, pengguna dapat membaca tulisan, mengikuti diskusi, dan menikmati sejumlah format konten melalui layanan yang sama. Meski begitu, ketersediaan dan pengalaman menggunakan setiap fitur bisa berbeda, tergantung pada jenis publikasi dan perangkat yang digunakan.

Perluasan fitur ini juga mengubah cara orang menggunakan Substack. Jika sebelumnya layanan tersebut dikenal sebagai tempat menerbitkan newsletter, kini pengguna juga dapat memanfaatkannya untuk berinteraksi dan menemukan konten dari penulis lain.

Substack dan Cara Baru Penulis Berhubungan dengan Pembaca

Perkembangan Substack menunjukkan perubahan cara sebagian penulis membangun hubungan dengan pembacanya. Alih-alih mengandalkan linimasa media sosial, mereka memiliki ruang yang lebih terpusat untuk menerbitkan tulisan, berinteraksi dengan pembaca, dan menemukan komunitas berdasarkan minat tertentu.

Pengguna tidak sekadar menitipkan karyanya ke sebuah platform yang berubah begitu cepat mengikuti tren dan algoritma, tetapi membangun hubungan langsung dengan pengguna lain yang benar-benar memiliki ketertarikan sama.

Pada akhirnya, Substack merupakan salah satu pilihan bagi orang yang ingin menerbitkan tulisan sekaligus membangun hubungan dengan pembaca. Perpaduan newsletter, langganan berbayar, dan fitur interaksi menjadi ciri yang membedakannya dari layanan penerbitan atau media sosial yang hanya berfokus pada satu fungsi.

Fill in the form, and we will get back to you within one business day.

Tell us about your project, and we will get back to you within one business day.