Kehabisan Ide hingga Atur Waktu, Ini Tantangan Jadi Content Creator Menurut Rizka Annisa

Kehadiran content creator di era digital saat ini semakin menjamur. Jenis konten yang dibuat pun beragam, mulai dari fesyen, kosmetik, resep masakan, hingga parenting.

Sebagai audiens, Anda mungkin pernah berpikir bahwa membuat konten adalah hal yang mudah, apalagi video yang diunggah rata-rata hanya berdurasi 30 detik hingga 1 menit. Namun di balik video singkat tersebut, ada proses panjang yang harus dilalui.

Mulai dari brainstorming ide, menentukan konsep dan angle video, menulis naskah yang menarik, hingga proses syuting dan editing yang memakan waktu cukup lama.

“Kalau dari pengalaman aku sebagai content creator, biasanya aku mematangkan dulu ide masak, menyusun resep, lalu membuat list proses apa saja yang wajib masuk frame saat syuting,” ungkap cooking content creator, Rizka Annisa.

Ibu muda yang akrab disapa Mak Riz ini sudah tiga tahun menjalani karier sebagai content creator. Menurutnya, ada beberapa hal penting yang perlu dipahami oleh pemula sebelum mulai terjun ke industri konten digital.

Baca juga: Dari Liputan ke Liburan: Cerita Mantan Jurnalis Nur Azizah yang Kini Jadi Travel Content Creator

Kunci Jadi Content Creator: Konsisten dan Bisa Atur Waktu

Rizka Annisa
Mencari ide, proses syuting, hingga editing video membutuhkan waktu dan tenaga yang tidak sedikit. (Semua foto oleh Rizka Annisa).

Menurut Rizka, kemampuan mengatur waktu menjadi salah satu hal paling penting bagi seorang content creator. Pasalnya, proses pembuatan konten tidak sesederhana yang terlihat di media sosial.

Mulai dari mencari ide, proses syuting, hingga editing video membutuhkan waktu dan tenaga yang tidak sedikit. Terlebih bagi content creator pemula yang belum memiliki tim dan masih mengerjakan semuanya sendiri.

Bagi Rizka, tantangan tersebut terasa lebih besar karena dirinya juga merupakan ibu dari tiga orang anak.

“Yang biasa aku pastikan sebelum membuat konten adalah urusan anak-anak dan rumah sudah aku selesaikan terlebih dulu. Soalnya kalau sudah mulai ngonten nggak bisa dijeda, apalagi saat proses masak di atas kompor harus fokus sampai selesai,” jelasnya.

Meski begitu, Rizka tetap berusaha konsisten membuat konten dengan menjadwalkan waktu rekaman dan menyiapkan ide sejak awal.

Baca juga: Keseruan Content Creator Fathia Fairuza Meliput WWDC 2025 dan Bertemu CEO Apple

Visual dan Ide Konten Harus Menarik

Pemilihan menu yang relevan, misalnya yang lagi viral atau resep simpel yang dibutuhkan banyak orang juga jadi kunci supaya orang mau berhenti scrolling.

Selain manajemen waktu, Rizka menilai visual menjadi faktor penting dalam konten memasak. Menurutnya, audiens biasanya tertarik pada tampilan makanan terlebih dahulu sebelum memutuskan menonton video sampai selesai.

“Karena konten masak itu ‘dimakan’ lewat mata dulu, jadi yang paling penting visualnya. Mulai dari kualitas video yang jernih, rapi, dan estetik itu wajib. Selain itu, pemilihan menu yang relevan, misalnya yang lagi viral atau resep simpel yang dibutuhkan banyak orang juga jadi kunci supaya orang mau berhenti scrolling,” ungkap Rizka.

Ia juga menambahkan bahwa content creator perlu memahami kebutuhan audiens agar konten yang dibuat terasa lebih relevan dan bermanfaat.

Baca juga: Medsos Menunjang Karier Humas Asti Candramaya dan 120.000+ Pengikutnya

Belajar Algoritma Media Sosial

Hook 3–5 detik pertama juga harus jelas, misalnya langsung kasih tutorial atau tips memasak.

Tidak hanya belajar membuat konten, Rizka juga mempelajari cara kerja algoritma media sosial. Menurutnya, memahami algoritma membantu content creator mengetahui jenis konten yang lebih disukai audiens.

“Aku belajar sedikit demi sedikit soal algoritma bersama mentor di sebuah komunitas. Jadi aku bisa diskusi dengan yang lebih berpengalaman. Selain itu, aku juga sering menonton konten dari mentor yang berbagi ilmu soal algoritma media sosial,” katanya.

Dari proses belajar tersebut, Rizka mulai memahami pentingnya hook di awal video agar audiens tertarik menonton lebih lama.

“Dari pengalaman aku, yang paling utama untuk menarik audiens adalah konten yang relate sama kebutuhan mereka. Hook 3–5 detik pertama juga harus jelas, misalnya langsung kasih tutorial atau tips memasak,” tambahnya.

Menurut Rizka, kualitas audio dan visual yang baik juga menjadi nilai tambah agar audiens lebih nyaman menonton konten.

Cara Mengatasi Kehabisan Ide Konten

Mencari referensi bukan berarti meniru mentah-mentah, melainkan belajar melihat tren dan memahami gaya konten yang disukai audiens.

Kehabisan ide menjadi tantangan yang hampir dialami semua content creator. Kondisi ini bisa memengaruhi semangat dan konsistensi dalam mengunggah konten.

Untuk mengatasinya, Rizka biasanya mencari inspirasi dengan menonton berbagai konten dari kreator lain, termasuk kreator luar negeri.

“Kalau lagi kehabisan ide, biasanya aku refreshing sambil nonton video masak dari kreator lain buat cari referensi teknik atau gaya baru. Aku juga sering dapat inspirasi menu dari konten foodies mancanegara,” ujarnya.

Menurut Rizka, mencari referensi bukan berarti meniru mentah-mentah, melainkan belajar melihat tren dan memahami gaya konten yang disukai audiens.

Jangan Takut Mulai

Menjadi content creator memang membutuhkan proses, konsistensi, dan kemauan untuk terus belajar.

Di akhir wawancara, Rizka membagikan pesan untuk para pemula yang ingin menjadi content creator tetapi masih ragu untuk memulai.

“Ingat tujuan Anda saat memulai ngonten. Banyak orang nggak percaya diri karena takut dapat komentar buruk dari netizen. Padahal selama yang dibagikan itu baik dan bermanfaat, kenapa harus malu? Just start and keep it going!”

Menjadi content creator memang membutuhkan proses, konsistensi, dan kemauan untuk terus belajar. Namun, langkah pertama yang paling penting adalah berani memulai tanpa terlalu banyak keraguan.

Baca juga: Di Balik Layar Akun @bapak.rumahtangga: Dari Obrolan Jadi Konten Media Sosial

Kesimpulan

Menjadi content creator bukan hanya soal membuat video singkat untuk media sosial. Di balik setiap konten, ada proses panjang mulai dari mencari ide, mengatur waktu, syuting, hingga memahami algoritma media sosial agar konten bisa menjangkau audiens yang tepat.

Dari pengalaman Rizka Annisa, konsistensi, kemampuan mengatur waktu, serta kemauan untuk terus belajar menjadi kunci penting untuk bertahan di industri kreatif. Selain itu, content creator juga perlu memahami kebutuhan audiens dan menghadirkan konten yang relevan agar lebih menarik dan bermanfaat.

Bagi pemula, langkah terpenting adalah berani memulai dan tidak terlalu takut terhadap penilaian orang lain. Sebab, kemampuan membuat konten bisa terus berkembang seiring proses dan pengalaman.

Seperti kutipan viral dari content creator Sivia Azizah, “Bagaimana mau sakses, kalau terlalu banyak ah tapi.”

Fill in the form, and we will get back to you within one business day.

Tell us about your project, and we will get back to you within one business day.