Kapan Bisnis Perlu Menggunakan Media Relations Agency?

Di tengah persaingan bisnis yang semakin padat, kehadiran brand di media bukan lagi sekadar pelengkap, tetapi sudah menjadi bagian penting dari strategi komunikasi.

Namun, tidak semua bisnis memiliki sumber daya atau pengalaman untuk mengelola hubungan dengan media secara efektif. Di sinilah peran media relations agency mulai relevan.

Lalu, kapan sebenarnya bisnis perlu mempertimbangkan bekerja sama dengan media relations agency? Simak ulasan singkatnya berikut ini.

Baca juga: Do’s and Don’ts dalam Media Relations: Panduan Dasar untuk Menjaga Hubungan dengan Media

Tanda-Tanda Bisnis Sudah Butuh Bantuan Profesional

Ketika tugas-tugas yang berkaitan dengan media relations itu mulai menjadi “tambahan” pekerjaan, kualitas eksekusinya bisa menurun. (Foto oleh tirachardz/Magnific)

Setiap bisnis memiliki fase pertumbuhan yang berbeda. Namun, ada beberapa tanda umum yang menunjukkan bahwa perusahaan atau bisnis Anda sudah membutuhkan bantuan profesional dari media relations agency.

Saat Inhouse Team Sudah Kewalahan

Tim internal sering kali harus menangani berbagai tugas sekaligus, mulai dari marketing, content, hingga komunikasi eksternal. Ketika tugas-tugas yang berkaitan dengan media relations itu mulai menjadi “tambahan” pekerjaan, kualitas eksekusinya bisa menurun.

Seperti dikutip dari Indeed, media relations membutuhkan keterampilan khusus seperti komunikasi strategis, kemampuan menulis, serta membangun hubungan dengan jurnalis. Jika tim internal tidak punya cukup waktu atau fokus untuk mengembangkan hal ini, hasilnya cenderung tidak maksimal.

Saat Brand Ingin Naik ke Level Awareness yang Lebih Besar

Ketika bisnis mulai berkembang, kebutuhan komunikasi juga ikut berubah. Brand tidak lagi hanya butuh exposure, tetapi juga positioning yang tepat di mata publik.

Dikutip dari Kompas, media relations berperan penting dalam membangun citra dan reputasi perusahaan melalui hubungan yang baik dengan media. Tanpa strategi yang jelas, upaya meningkatkan awareness brand bisa jadi tidak terarah dan kurang berdampak.

Baca juga: 5+ Strategi Media Relations untuk Menjangkau Gen Alpha

Saat Liputan Media Mulai Tidak Konsisten

Jika brand Anda pernah mendapatkan liputan media tetapi tidak berlanjut secara konsisten, ini bisa menjadi tanda bahwa strategi media relations belum berjalan optimal.

Menurut artikel yang dirilis Binus University, konsistensi dalam media relations merupakan kunci dalam menjaga reputasi perusahaan. Tanpa pendekatan yang berkelanjutan, brand akan sulit mempertahankan visibilitas di media.

Kalau Anda mulai melihat tanda-tanda di atas, bekerja sama dengan tim seperti RadVoice Indonesia bisa membantu meringankan beban sekaligus memastikan strategi media relations berjalan lebih terarah dan konsisten.

Apa yang Bisa Dikerjakan Media Relations Agency

Relasi dengan jurnalis tidak bisa dibangun secara instan. Agency biasanya sudah memiliki jaringan media yang luas dan memahami karakter masing-masing redaksi. (Foto oleh Rawpixel.com/Magnific).

Media relations agency tidak hanya bertugas mengirim press release. Perannya jauh lebih strategis dalam membantu brand membangun komunikasi yang efektif dengan media.

Menyusun Strategi dan Angle

Setiap brand memiliki cerita, tetapi tidak semua cerita layak diberitakan. Agency membantu menyusun strategi komunikasi dan menentukan angle yang relevan agar informasi yang disampaikan memiliki nilai berita, sehingga bisa menarik media.

Seperti dilansir dari Glints, media relations mencakup perencanaan pesan yang tepat agar dapat menarik perhatian media dan audiens yang lebih luas.

Baca juga: 4 Kunci Meningkatkan Brand Awareness dengan Media Relations

Membangun Relasi dengan Media

Relasi dengan jurnalis tidak bisa dibangun secara instan. Agency biasanya sudah memiliki jaringan media yang luas dan memahami karakter masing-masing redaksi.

Seperti dikutip dari jurnal BCOMM, hubungan yang baik dengan media menjadi fondasi penting dalam keberhasilan aktivitas public relations, karena memengaruhi peluang publikasi dan kredibilitas informasi.

Mengelola Pitching dan Publikasi

Mulai dari menyusun press release, melakukan pitching, hingga memastikan publikasi tayang, agensi mengelola semua secara sistematis.

Dengan pengalaman yang dimiliki, agensi dapat meningkatkan peluang coverage sekaligus memastikan pesan brand tersampaikan dengan tepat kepada publik.

Cara Menentukan Agency yang Tepat

Portofolio menunjukkan jenis klien yang pernah ditangani serta hasil yang berhasil dicapai. Ini bisa menjadi gambaran apakah agency tersebut relevan dengan industri Anda. (Foto oleh Tirachardz/Magnific).

Tidak semua agency memiliki pendekatan yang sama. Karena itu, penting untuk memilih rekanan yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda.

Lihat Pengalaman dan Portofolio

Portofolio menunjukkan jenis klien yang pernah ditangani serta hasil yang berhasil dicapai. Ini bisa menjadi gambaran apakah agency tersebut relevan dengan industri Anda ata tidak.

Sesuaikan dengan Kebutuhan Bisnis

Setiap bisnis memiliki tujuan yang berbeda, ada yang ingin meningkatkan awareness, ada juga yang fokus pada reputasi atau peluncuran produk.

Pastikan agency memahami kebutuhan tersebut dan mampu menawarkan strategi yang sesuai.

Pastikan Cara Kerjanya Jelas dan Terukur

Agency yang profesional biasanya memiliki alur kerja yang transparan, mulai dari perencanaan hingga reporting. Ini penting agar perusahaan Anda bisa mengukur efektivitas strategi yang dijalankan dalam sebuah campaign.

Baca juga: Memanfaatkan AI untuk Media Relations, Mengapa Tidak?

Kesimpulan

Mengelola media relations bukan hanya soal mendapatkan publikasi, tetapi juga tentang membangun reputasi jangka panjang.

Dengan strategi yang tepat dan partner yang sesuai, brand dapat tumbuh lebih kredibel dan dikenal luas oleh audiens yang tepat.

Fill in the form, and we will get back to you within one business day.

Tell us about your project, and we will get back to you within one business day.