Musik telah menjadi bagian dari keseharian kita. Mulai dari lagu yang mengiringi video pendek di media sosial, hingga playlist yang diputar di kafe dan toko lokal. Musik hadir di berbagai momen kehidupan.
Namun, popularitas sebuah lagu tidak hanya bergantung pada musiknya. Cerita di balik lagu, sosok yang terlibat, serta momen yang menyertainya juga berperan penting dalam membuat lagu tersebut dikenal lebih luas.
Dalam campaign “Timpang”, RadVoice Indonesia menerapkan strategi pemberitaan yang berangkat dari cerita di balik video musik, kemudian mengemasnya agar relevan dengan karakter media yang dituju.
Baca juga: Langkah Strategis RadVoice dalam Menghubungkan Hearing Session Album ‘Blue’ Ade Govinda dengan Media

Dalam sebuah campaign musik, ada banyak hal yang bisa diangkat selain lagu itu sendiri. Hal ini juga berlaku untuk “Timpang”. Video musik yang menampilkan aktris Indonesia, Dinda Kirana dan model Theo Supple sebagai pasangan suami istri, yang menghadapi konflik rumah tangga. Video musiknya menghadirkan cerita yang bisa dikembangkan menjadi materi pemberitaan.
Dari sini, RadVoice melihat dua hal yang berpotensi menarik perhatian media. Pertama, kehadiran Dinda Kirana dan Theo Supple sebagai pemeran utama. Kedua, kisah rumah tangga yang mereka perankan, dengan berbagai persoalan emosional di dalamnya.
Bagi media hiburan, keterlibatan Dinda Kirana menjadi salah satu daya tarik untuk mengangkat video musik tersebut. Sementara itu, konflik yang dihadirkan dalam ceritanya membuka peluang bagi media gaya hidup untuk membahas tema yang lebih dekat dengan kehidupan pembaca.
Kehilangan, penyesalan, dan hubungan yang tidak lagi berjalan seimbang merupakan persoalan yang mungkin pernah dialami atau disaksikan oleh banyak orang. Kedekatan tema-tema ini dengan kehidupan sehari-hari membuat cerita “Timpang” memiliki nilai lebih untuk diberitakan.
Dengan begitu, pemberitaan tidak hanya berfokus pada peluncuran video musik, tetapi juga pada kisah yang melatarbelakanginya.

Setelah menentukan angle pemberitaan yang akan diangkat, RadVoice memulai proses penyusunan siaran pers dengan melakukan riset. Tim mendalami cerita dan tema dalam video musik “Timpang”, lalu mencari cara untuk menyampaikannya sebagai materi pemberitaan yang menarik bagi media hiburan maupun gaya hidup.
Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah konflik rumah tangga yang dihadapi kedua tokoh dalam video musik. Kisah tentang kehilangan dan penyesalan memberikan ruang bagi media untuk mengangkat sisi emosional cerita sekaligus menghubungkannya dengan pengalaman yang dekat dengan kehidupan pembaca.
RadVoice juga mempertimbangkan aspek lain yang dapat memperkuat daya tarik siaran pers, yakni kiprah kedua pemeran. Dinda Kirana dan Theo Supple memiliki perjalanan karier masing-masing, sementara keterlibatan mereka dalam video musik ini memberikan konteks baru untuk diangkat oleh media.
Dengan menggabungkan informasi tentang para pemeran dan cerita yang mereka bawakan, siaran pers tersebut menawarkan lebih dari sekadar informasi mengenai kolaborasi musik. Ada sosok yang menarik untuk dibahas dan ada cerita yang dapat dikembangkan menjadi pemberitaan yang relevan bagi audiens.
Untuk melengkapi materi tersebut, RadVoice turut memasukkan pandangan Dinda tentang penyesalan serta pendapat Theo yang melihat “Timpang” sebagai karya yang tidak semata-mata berbicara tentang patah hati.
Pernyataan keduanya memberikan perspektif tambahan bagi jurnalis untuk menggali makna lagu sekaligus memahami bagaimana para pemeran memaknai karakter yang mereka mainkan. Dengan demikian, media memiliki bahan yang lebih kaya untuk mengembangkan pemberitaan dari sudut pandang masing-masing.
Setelah seluruh materi disiapkan, RadVoice mendistribusikan siaran pers tersebut kepada media yang sesuai dengan karakter campaign, terutama media hiburan dan gaya hidup.
Baca juga: RadVoice Dukung Publikasi Press Release Sony Music untuk Pee Wee Gaskins, Aziz Hedra, dan Meiska

Siaran pers “Timpang” kemudian dipublikasikan oleh tiga media, yaitu Zetizens, Wanita Indonesia, dan Tabloid Bintang.
Meski berangkat dari materi yang sama, ketiganya mengangkat sisi cerita yang berbeda. Tabloid Bintang menyoroti tema kehilangan dalam video musik tersebut. Zetizens lebih menekankan keterlibatan Dinda Kirana dan Theo Supple sebagai pemeran video musik dalam kolaborasi Gloria Jessica dan Ade Govinda. Sementara itu, Wanita Indonesia memilih menyoroti penyesalan dalam kehidupan rumah tangga sebagai fokus pemberitaannya.
Perbedaan ini memperlihatkan bahwa satu siaran pers dapat membuka peluang bagi beragam sudut pemberitaan. Kuncinya terletak pada bagaimana sebuah cerita dikemas dan disesuaikan dengan fokus masing-masing media, tanpa kehilangan pesan utama yang ingin disampaikan.
Melalui pendekatan tersebut, RadVoice tidak hanya menyebarkan informasi tentang video musik “Timpang”, tetapi juga membantu mengangkat cerita di baliknya agar lebih mudah menarik perhatian media dan menjangkau pembaca yang tepat.
Pada akhirnya, keberhasilan sebuah campaign media tidak hanya ditentukan oleh seberapa luas siaran pers didistribusikan. Menemukan sudut cerita yang menarik, memahami karakter media, dan menyampaikan pesan yang relevan bagi audiens juga menjadi bagian penting dari prosesnya.
Campaign “Timpang” menunjukkan bagaimana ketiga hal tersebut dapat dipadukan untuk membuka peluang pemberitaan dari berbagai sudut pandang, meskipun semuanya berangkat dari satu materi yang sama.
Ingin agar siaran pers merek Anda juga mendapat perhatian media dan menjangkau audiens yang tepat? Hubungi RadVoice Indonesia untuk mendiskusikan strategi media yang sesuai dengan kebutuhan komunikasi Anda.