Pitch deck sering dianggap sekadar materi presentasi, padahal perannya jauh lebih strategis. Dalam konteks branding dan komunikasi bisnis, pitch deck adalah representasi visual dari ide, nilai, dan identitas brand yang ingin disampaikan kepada audiens tertentu, baik investor, klien, mitra, maupun media.
Pitch deck yang disusun dengan tepat dapat menjadi pembeda antara brand yang mudah diingat dan yang mudah dilupakan.
Di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat, pitch deck tidak hanya berbicara soal desain menarik, tetapi juga bagaimana pesan disusun secara terstruktur dan relevan.
Bahkan, banyak brand kini mengembangkan pitch deck yang juga berfungsi sebagai brand deck untuk memastikan pesan yang disampaikan konsisten di berbagai kesempatan.
Secara sederhana, pitch deck adalah dokumen presentasi singkat yang berisi ringkasan ide, produk, layanan, atau identitas sebuah brand. Pitch deck biasanya digunakan untuk menyampaikan pesan utama kepada audiens dalam waktu terbatas, namun tetap padat dan meyakinkan.
Menurut Glints, pitch deck kerap digunakan saat berhadapan dengan investor, klien, maupun mitra strategis karena mampu merangkum informasi penting dalam format visual yang mudah dipahami.
Sebab, merujuk data dari Medium, rata-rata investor hanya menghabiskan waktu sekitar tiga menit untuk melihat pitch deck. Maka, informasi harus disajikan secara padat, relevan, dan visual yang menarik.
Dengan demikian, pitch deck bukan hanya alat penjualan, tetapi juga alat komunikasi strategis. Ia membantu audiens memahami siapa Anda, apa yang Anda tawarkan, dan mengapa hal tersebut relevan bagi mereka.
Inilah yang membuat pitch deck sering menjadi titik awal pembentukan persepsi terhadap sebuah brand.
Baca juga: Mengenal Creative Brief: Panduan Brand untuk PR Agency
Pitch deck membantu membentuk kesan pertama yang kuat. Desain dan konten pitch deck mencerminkan profesionalisme.
Menurut Populix, pitch deck yang disusun dengan narasi dan struktur yang jelas dapat membantu audiens menangkap gambaran besar bisnis sekaligus keunggulan kompetitif yang ditawarkan.
Menggunakan warna, font, dan elemen desain yang konsisten dengan identitas brand dapat meningkatkan persepsi positif. Dengan narasi yang jelas dan visual yang konsisten, audiens dapat langsung menangkap positioning dan nilai utama brand Anda.
Ide besar sering kali sulit dipahami jika disampaikan tanpa struktur. Pitch deck menyederhanakan pesan kompleks menjadi poin-poin utama yang mudah dicerna.
Sebab, deck harus mampu menyampaikan cerita brand Anda secara singkat namun kuat. Hal ini mencakup visi, misi, dan nilai-nilai utama yang diusung brand.
Dalam presentasi bisnis, pitch deck berfungsi sebagai panduan komunikasi agar pesan tidak melebar dan tetap fokus pada tujuan utama.
Deck yang unik dan kreatif membuat brand Anda menonjol dibandingkan para pesaing.

Pitch deck yang terstruktur dengan baik dapat berfungsi sebagai brand deck internal, memastikan seluruh tim menyampaikan pesan yang sama kepada audiens yang berbeda.
Sebelum membuat pitch deck, kenali target audiens Anda. Apakah mereka investor yang mencari return on investment (ROI) tinggi? Atau mitra bisnis yang tertarik pada kolaborasi jangka panjang? Pitch deck untuk investor tentu berbeda dengan pitch deck untuk klien atau media.
Dengan memahami kebutuhan, ekspektasi, dan sudut pandang audiens akan membantu menentukan isi dan gaya penyampaian.
Struktur pitch deck yang baik biasanya mencakup: latar belakang masalah, solusi, nilai unik brand, bukti pendukung, dan ajakan bertindak.
Struktur ini membantu audiens mengikuti alur cerita tanpa kebingungan.
Menurut studi dari HubSpot, elemen visual dapat meningkatkan daya ingat hingga 65%. Pastikan deck Anda mengandung elemen visual seperti grafik, ilustrasi, dan foto berkualitas tinggi. Desain bukan hiasan, melainkan alat untuk memperkuat pesan.
Pakar Silvia Mah, mengatakan perlunya membangun kepercayaan brand dengan membuat visual yang mudah dipahami, alur cerita yang unik, dan tujuan yang menguntungkan.
Data memang penting, tetapi cerita membuat data bermakna. Ceritakan bagaimana brand Anda mampu menciptakan dampak.
Misalnya, jika Anda menjalankan startup teknologi hijau, ceritakan bagaimana produk Anda membantu mengurangi jejak karbon.
Pitch deck yang kuat menggabungkan fakta dengan narasi yang relevan agar audiens terhubung secara emosional.
Agar pitch deck tetap konsisten dengan tujuan komunikasi, penyusunannya sebaiknya selaras dengan arahan awal yang biasanya dirumuskan dalam sebuah creative brief.
Gunakan palet warna, logo, dan gaya bahasa yang konsisten dengan identitas brand Anda.
Baca juga: Contoh Media Pitch: Strategi Efektif Menarik Perhatian Media

Salah satu contoh pitch deck yang sering dijadikan referensi adalah milik Airbnb. Deck mereka sederhana namun efektif dengan menggunakan 10 slides yang mencakup masalah, solusi, pasar, model bisnis, dan lainnya.
Pitch deck mereka tidak dipenuhi teks, tetapi fokus pada satu pesan utama per slide, didukung visual yang kuat dan narasi yang runtut.
Dalam konteks lokal, pitch deck brand atau agensi yang baik biasanya menampilkan: gambaran masalah klien, pendekatan solusi, portofolio singkat, dan nilai tambah yang membedakan mereka dari kompetitor.
Struktur sederhana namun tajam inilah yang membuat pitch deck mudah diingat.
Baca juga: 5+ Cara Membuat Media Pitch yang Clickable
Pitch deck adalah alat strategis untuk menyampaikan identitas, nilai, dan arah brand secara ringkas namun berdampak.
Dengan memahami fungsi pitch deck, menyusun struktur yang tepat, dan mengemasnya dalam narasi visual yang kuat, brand dapat membangun persepsi yang lebih profesional dan kredibel di mata audiens.
Jangan lupa untuk selalu konsisten dengan identitas brand Anda dalam setiap elemennya.
Ingin pitch deck brand Anda tampil lebih meyakinkan dan konsisten? Mulailah dengan merumuskan pesan utama, menyusun struktur yang jelas, dan memastikan desain visual selaras dengan identitas brand.
Jika masih ragu, tim RadVoice siap membantu Anda untuk menyusunnya. Sebab, pitch deck yang tepat bukan hanya alat presentasi, tetapi aset komunikasi jangka panjang.