Sumber anonim kerap digunakan di sejumlah media dalam meliput berita yang sensitif atau berisiko.

Namun tanpa kriteria yang jelas, informasi tersebut dapat diragukan kebenarannya oleh pembaca.

Apa saja kriteria sumber anonim yang harus diperhatikan media?

Apa Itu Sumber Anonim?

kriteria sumber anonim
Penggunaan narasumber anonim juga dapat memengaruhi tingkat kepercayaan audiens terhadap sebuah berita. Foto oleh Freepik.

Menurut Ethic and Journalism, yang mengutip pedoman The New York Times, narasumber anonim adalah narasumber manusia yang identitasnya tidak diungkapkan kepada pembaca. Sumber ini hanya boleh digunakan untuk informasi yang benar-benar bernilai berita, dapat dipercaya, dan tidak mungkin diperoleh melalui cara peliputan lain.

Penggunaan narasumber anonim ini juga dapat memengaruhi tingkat kepercayaan audiens terhadap sebuah berita. Hal ini terbukti pada survei Pew Research Center pada tahun 2020, sebagian besar masyarakat Amerika menyatakan dapat menerima penggunaan narasumber anonim dalam sebuah berita.

Audiens menilai bahwa hal sumber anonim memengaruhi kepercayaan mereka terhadap sebuah laporan jurnalistik. Tujuh dari sepuluh responden menyebutkan bahwa keberadaan narasumber anonim setidaknya berpengaruh terhadap penilaian mereka atas kredibilitas sebuah berita.

Karena itu, jurnalis sebaiknya berhati-hati dan hanya menggunakan narasumber anonim ketika benar-benar diperlukan. Selain itu, jurnalis juga perlu memberikan penjelasan sebanyak mungkin kepada pembaca tentang latar belakang dan kapasitas narasumber tersebut, misalnya, bagaimana narasumber itu mengetahui informasi yang disampaikan.

Secara umum, jurnalis sebaiknya menghindari penggunaan sumber anonim untuk membuat tuduhan atau komentar yang merendahkan. Dalam praktik terkadang disebut “komentar negatif tanpa atribusi.”

Mengapa? Sederhananya karena hal itu dapat terlihat meragukan dan terkesan tidak adil. Komentar negatif dari sumber anonim dapat membuat pembaca percaya bahwa seseorang dengan niat jahat bersembunyi di balik anonimitasnya untuk menghindari konsekuensi dari pernyataannya.

7 Kriteria Sumber Anonim

RadVoice Indonesia merangkum tujuh kriteria sumber anonim ala Bill Kovach dan Tom Rosenstiel, dua jurnalis Amerika, sebagai berikut.

Sumber Pertama

Kriteria sumber anonim yang terpenting adalah sumber menyaksikan sendiri atau terlibat langsung dalam peristiwa tersebut.

Mengutip penjelasan Andreas Harsono, sumber bisa merupakan pelaku, korban, atau saksi mata. Terpenting, sumber bukan pihak ketiga yang hanya melakukan analisis terhadap suatu peristiwa.

kriteria sumber anonim
Kriteria sumber anonim yang terpenting adalah sumber menyaksikan sendiri atau mengalami langsung peristiwa tersebut. (Foto oleh Freepik)

Keselamatan Terancam

Kriteria sumber anonim lainnya adalah risiko atas ancaman keselamatan bila identitasnya diketahui publik.

Keselamatan ini bisa jadi hal-hal yang mengancam nyawa dari sumber langsung atau anggota keluarganya.

Untuk itu, media harus bisa menjamin kerahasiaan identitas sumber demi mencegah hal-hal berbahaya yang menimpanya.

Kepentingan Publik

Penting untuk mengetahui motivasi narasumber menyampaikan informasi rahasia tersebut.

Apakah sumber memang ingin menyampaikan informasi yang menyangkut kepentingan publik atau sekadar digunakan untuk menyerang pihak lain?

Hal ini yang harus dicermati oleh media agar pernyataan yang disampaikan sumber tak menimbulkan salah paham.

kriteria sumber anonim
Mengetahui motivasi narasumber dalam menyampaikan informasi penting ini juga harus dipenuhi karena menyangkut kepentingan publik. (Foto oleh Freepik)

Integritas Sumber

Media harus memeriksa integritas sumber yang memberikan informasi.

Umumnya, media telah memiliki hubungan baik dengan narasumber yang bersedia memberikan informasi pentingnya.

Hindari narasumber yang kerap berbohong atau menyalahgunakan statusnya sebagai anonim.

Seizin Atasan

Penggunaan sumber dalam artikel yang akan ditulis harus sepengetahuan atasan, misalnya editor atau pemimpin redaksi.

Editor atau pemimpin redaksi ini menjadi penanggung jawab jika terdapat kesalahan penulisan terkait sumber anonim tersebut.

Oleh karena itu, editor atau pemimpin redaksi harus mengetahui siapa, apa, dan bagaimana informasi dari narasumber sebelum dipublikasikan.

Jumlah Sumber Lebih dari Satu

Untuk memastikan validitas informasi yang disampaikan, pastikan referensi sumbernya lebih dari satu.

Keberadaan sumber anonim lebih dari satu akan membantu melengkapi informasi. Selain itu, dokumen, data, atau informasi tambahan lainnya juga bisa membantu verifikasi sumber pertama.

kriteria sumber anonim
Kriteria sumber anonim yang tak kalah penting adalah memenuhi jumlah sumber lebih dari satu untuk memastikan validitas informasi. (Foto oleh Freepik)

Buat Perjanjian dengan Sumber

Media harus membuat kesepakatan yang jelas dengan narasumber sebelum informasinya dipublikasikan.

Perjanjian ini berupa ketentuan yang disepakati media dengan sumber, misalnya jika informasi yang disampaikan ternyata bohong maka anonimitas sumber dapat dibatalkan.

Tanpa perjanjian, media rawan diadukan secara hukum atas tuduhan informasi yang tidak benar.

Kesimpulan

Tujuh kriteria sumber anonim penting dipenuhi agar informasi yang disampaikan tetap akurat dan bertanggung jawab.

Berikut tujuh kriteria tersebut:
1. Sumber pertama
2. Keselamatan terancam
3. Kepentingan publik
4. Integritas sumber
5. Seizin atasan
6. Jumlah sumber lebih dari satu
7. Buat perjanjian dengan sumber

Dengan memenuhi kriteria tersebut, kredibilitas media tetap terjaga dan perlindungan terhadap narasumber dapat dilakukan maksimal.