Unggahan video soal bubur diaduk vs tak diaduk menjadi salah satu konten media sosial yang cukup ramai ditanggapi di akun Instagram @bapak.rumahtangga.

Cuplikan percakapan yang seolah dikirim melalui fitur video pendek di WhatsApp itu menjadi ciri khas akun yang memiliki sekitar 204 ribu pengikut di Instagram tersebut.

Akun yang dikelola oleh sekumpulan bapak-bapak dari beragam latar belakang ini bermula dari celetukan yang muncul atas keresahan mengenai permasalahan rumah tangga sehari-hari.

Ketujuh orang di dalamnya, Surya, Ijul, Fajar, Arif, Damar, Harry, dan Dimas, saling berinteraksi melahirkan beragam dialog yang tidak terduga arahnya. Mulai dari biaya sekolah anak yang semakin mahal, tren padel, hingga program Makan Bergizi Gratis (MBG) pemerintah.

RadVoice Indonesia telah mewawancarai Fajar Fadhillah sebagai bagian dari pengelola akun @bapak.rumahtangga untuk mencari tahu bagaimana obrolan mereka sehari-hari menjadi konten media sosial yang menarik. Berikut selengkapnya.

Baca juga: Mengenal Corporate Creator, Pembuat Konten Khusus untuk Perusahaan

Akun yang dikelola oleh sekumpulan bapak-bapak ini bermula dari celetukan yang muncul atas keresahan mengenai permasalahan rumah tangga sehari-hari. (Foto tangkapan layar akun @bapak.rumahtangga)

Ide Konten Media Sosial @bapak.rumahtangga

Keberadaan akun @bapak.rumahtangga bermula sejak November 2019. Saat itu, konten yang diproduksi masih dalam bentuk podcast dengan format audio.

Namun baru empat bulan berjalan, produksi konten itu terpaksa berhenti karena pandemi Covid-19.

Kemudian pada awal 2025, akun dihidupkan kembali dengan format konten video seperti yang selama ini diunggah di media sosial.

Fajar menyebutkan, ide konten bermula dari masing-masing anggota. Biasanya salah satu orang melontarkan video pancingan berupa keresahan. Sisanya kemudian merespons dengan pikiran dan celetukan masing-masing.

“Sesuai persona dan keresahan masing-masing saja,” katanya.

Misalnya seperti keresahan mengenai biaya anak sekolah yang semakin mahal, tapi dikemas dengan nada bercanda.

Baca juga: 7 Tips Membuat Konten dari Trending Topic agar Tetap Autentik

Terlepas dari hal tersebut, Fajar mengungkapkan bahwa ide-ide yang dilontarkan memang murni seperti obrolan saat berkumpul. Pertemanan anggota tim yang telah dijalin sejak masih kuliah di Universitas Padjajaran sejak 2009, juga memudahkan mereka untuk membangun chemistry.

“Memang kita kalau nongkrong begitu, nyeletuk apa jadi nggak nyambung, terus bales-balesan sampai nggak kelar-kelar. Jadi ya itu sebenarnya celetukan kita sehari-hari yang direkam aja,” ucap Fajar.

Proses pengumpulan konten dari tiap anggota pun tak rumit. Tiap orang akan mengirimkan video masing-masing, kemudian akan disusun dan direkam langsung dari ponsel.

“Benar-benar sekadar video screen capture, diedit-edit sedikit supaya enggak dragging,” jelasnya.

Views Tak Jadi Patokan

Meski meraup banyak penonton dan engagement yang tinggi, hal itu tak menjadi satu-satunya ukuran keberhasilan konten.

Akun @bapak.rumahtangga juga selalu melihat dari sebuah konten memantik respons seperti apa, ditangkap dengan cara bagaimana oleh audiens, dan obrolan atau refleksi apa yang muncul setelahnya.

Konten A mungkin terlihat sederhana, tapi bisa saja menginspirasi seseorang. Sementara konten B mungkin tidak setinggi secara angka, tapi terasa lebih relevan dan membekas.

“Yang paling penting kami pegang adalah output, konsistensi berkarya saja,” ucap Fajar.

Hal-hal sederhana seperti mobil yang tidak sengaja menabrak portal, selang gas kompor yang bocor, atau momen-momen sepele lain dalam keseharian, sering kali dibahas dengan apa adanya.

Baca juga: 5 Alasan Konten Original Lebih Disukai, Serta Cara Mudah Membuatnya

Menurutnya, pembahasan semacam itu justru menciptakan kedekatan dengan audiens, karena apa yang mereka alami juga sering kali dirasakan oleh banyak orang di kesehariannya.

Fajar juga mengaku tak ada tantangan berarti dalam memproduksi konten di sela kesibukan sebagai bapak-bapak pekerja maupun mengurus rumah tangga.

Sebagian besar anggota tim adalah karyawan korporat dan menjalani keseharian bersama keluarga. Ada pula yang memiliki usaha kontrakan hingga bekerja di industri media.

“Sejauh ini kami bisa saling back up satu sama lain, sehingga konsistensi tetap kami jaga. Hal tersebut juga terbantu dengan sistem banking content,” ucapnya.

Menjaga Value Konten Media Sosial

Seiring perkembangan akun yang semakin besar, para pengelola akun juga bertanggung jawab untuk tetap menjaga value atau nilai dan image dari konten yang diangkat ke media sosial.

Hal ini juga mempertimbangkan data audiens di Instagram yang sebagian besar adalah pria di range usia 25-34 tahun, kemudian 34-44 tahun.

Meski demikian, lebih dari 90 persen interaksi dan jangkauan dari akun tersebut ternyata berasal dari luar followers.

“Artinya, audiens kita cukup beragam, baik usia maupun gender. Saar ini kami masih terus mendapat limpahan audiens baru, tumbuh beriringan dengan audiens setia (followers),” jelasnya.

Untuk itu, lanjut Fajar, akun @bapak.rumahtangga memiliki batasan yang jelas dalam memilih konten maupun saat akan menjalin kerja sama dengan brand tertentu.

“Contohnya, kami tidak mengambil tawaran kerja sama dengan produk-produk seperti rokok, judi online, dan pinjaman online,” katanya.

Kendati demikian, Fajar juga mengakui bahwa akun @bapak.rumahtangga juga tak serta merta ingin mencapai tujuan mulia seperti edukasi atau motivasi.

“Pada dasarnya ya bercanda seperti kita di dunia nyata saja. Tapi karena ini open for public jadi harus dibatasi,” tutur Fajar.

Kesimpulan

Keberhasilan akun @bapak.rumahtangga menunjukkan bahwa konten yang berkualitas tidak selalu muncul dari konsep yang rumit.

Obrolan sederhana, keresahan sehari-hari, dan chemistry dari pengelola di dalamnya justru menjadi kekuatan utama yang membuat konten terasa dekat dan relevan bagi banyak orang.

Dengan menjaga konsistensi, value, serta batasan yang jelas dalam membuat konten, akun @bapak.rumahtangga tumbuh sebagai ruang refleksi ringan dan hiburan tentang kehidupan rumah tangga.

Wawancara dengan tim akun @bapak.rumahtangga dilakukan pada Jumat, 16 Januari 2026. Percakapan ini telah diedit agar lebih ringkas.

Let's Amplify Your Voice Together

Tell us about your project, and we will get back to you within one business day.