Iklan merupakan salah satu solusi efektif yang mampu meningkatkan penjualan. Namun audiens semakin terbiasa melewati iklan yang terasa terlalu menjual.

Karena itu, brand perlu mencari cara promosi yang tetap mampu menyampaikan pesan produk, tetapi tidak mengganggu pengalaman membaca audiens.

Salah satu pendekatan yang bisa digunakan adalah iklan advertorial. Format ini membantu brand memperkenalkan produk melalui tulisan yang informatif, relevan, dan terasa lebih natural dibandingkan iklan konvensional.

Pengertian Iklan Advertorial

Mengutip Tempo Institute, iklan advertorial adalah bentuk promosi berbayar yang dikemas menyerupai tulisan jurnalistik sehingga bentuknya seperti artikel atau berita. Karena formatnya mirip editorial, jenis ini sering dianggap lebih informatif dan tidak terasa seperti iklan pada umumnya.

Tujuan utama iklan advertorial produk adalah menyampaikan pesan promosi melalui informasi yang bermanfaat sehingga audiens tidak hanya diajak mengenal produk, tetapi juga memahami masalah, kebutuhan, atau situasi yang membuat produk tersebut relevan.

Pada akhirnya, konten ini dapat membantu membangun public awareness dan meningkatkan engagement di antara calon konsumen.

Baca juga: 7 Tipe Negative SEO yang Perlu Diwaspadai

Tips Membuat Iklan Advertorial Produk

Membuat iklan advertorial tidak cukup hanya dengan menulis artikel lalu menyisipkan nama brand di dalamnya. Konten ini perlu dirancang agar tetap informatif, relevan, dan memiliki tujuan komunikasi yang jelas.

Jika terlalu menjual, pembaca bisa kehilangan minat. Namun, jika terlalu umum, pesan brand justru tidak tersampaikan. Oleh karena itu, berikut beberapa tips yang bisa digunakan untuk menjaga keseimbangan antara nilai editorial dan tujuan promosi. 

1. Fokus pada Tujuan yang Ingin Disampaikan

Dikutip dari Glints, sebelum menulis iklan advertorial produk tentukan pesan utama yang ingin Anda sampaikan. Pesan ini akan menentukan sudut pandang tulisan, pilihan data, contoh yang digunakan, hingga cara produk diperkenalkan kepada audiens.

Dengan tujuan yang jelas, iklan advertorial tidak akan terasa seperti artikel umum yang hanya menyisipkan nama brand di akhir.

2. Buat Tulisan yang Interaktif

Memilih diksi
Tulisan interaktif membuat audiens merasa dilibatkan. (Foto oleh Freepik)

Iklan Advertorial yang baik sebaiknya tidak terasa seperti satu arah. Tulisan perlu dibuat seolah-olah memahami pertanyaan, kebutuhan, atau keresahan audiens.

Cara paling sederhana adalah menggunakan pembuka yang dekat dengan pengalaman audiens. Misalnya, “Pernah merasa sulit memilih laptop kerja yang ringan tetapi tetap kuat?” atau “Banyak orang ingin mulai olahraga, tetapi bingung memilih perlengkapan yang tepat.”

Pendekatan seperti ini membuat audiens merasa dilibatkan. Mereka tidak hanya membaca informasi produk, tetapi juga merasa masalahnya sedang dibahas.

3. Pastikan Judul Tidak Membosankan

Judul menjadi elemen penting dalam iklan advertorial produk karena menjadi alasan pertama pembaca mengklik artikel. Judul yang baik perlu menarik dan tetap relevan dengan isi tulisan.

Hindari judul yang terlalu bombastis atau terasa seperti klaim pemasaran. Misalnya, judul seperti “Produk Ini Paling Ampuh Mengubah Hidup Anda” bisa terasa berlebihan dan menurunkan kepercayaan pembaca.

Sebaliknya, gunakan judul yang menawarkan manfaat atau menjawab kebutuhan pembaca. Contohnya, “Cara Memilih Skincare untuk Kulit Kering tanpa Membuat Wajah Terasa Berat”.

Baca juga: Apa Itu Hook? Pengertian, Jenis, Contoh, dan Tips Membuat Hook yang Menarik

4. Berikan Konteks agar Tidak Terlalu Promosi

Konteks yang jelas membangun memperkuat keyakinan audiens. (Foto oleh Freepik)

Salah satu kesalahan umum dalam advertorial adalah terlalu cepat memperkenalkan produk. Padahal, pembaca perlu memahami alasan mengapa produk tersebut penting.

Karena itu, berikan konteks dalam konten advertorial yang dibuat. Konteks bisa berupa masalah pasar, kebiasaan konsumen, tren penggunaan, atau tantangan yang sering dihadapi audiens.

Dikutip dari Kompas, dengan adanya konteks yang jelas, konten advertorial bisa memberikan ruang untuk komunikasi yang lebih komprehensif kepada audiens.

5. Sediakan Kalimat Ajakan yang Menarik

Meskipun harus menghindari kalimat pemasaran yang berlebihan, iklan advertorial produk tetap membutuhkan ajakan yang jelas. Bedanya, call to action dalam advertorial sebaiknya dibuat lebih halus dan relevan dengan isi artikel.

Hindari kalimat seperti “Beli sekarang juga sebelum kehabisan!” jika tidak sesuai dengan gaya editorial.

Sebagai gantinya, gunakan ajakan yang lebih persuasif dan informatif. Misalnya, “Bagi audiens yang ingin mulai mengatur keuangan dengan lebih rapi, aplikasi ini dapat menjadi salah satu pilihan untuk membantu mencatat pengeluaran harian.”

Kalimat ajakan seperti ini tetap mengarahkan audiens, tetapi tidak memaksa. Memberikan ruang untuk mempertimbangkan produk berdasarkan informasi yang sudah disampaikan.

Baca juga: Gangguan Kesehatan yang Sering Dialami Remote Worker dan Cara Mencegahnya

Contoh Iklan Advertorial Produk

Iklan advertorial produk bisa digunakan oleh berbagai sektor bisnis. Bentuknya pun dapat menyesuaikan karakter produk, kebutuhan audiens, dan media tempat artikel diterbitkan.

Berikut beberapa contoh advertorial yang baik.

1. Contoh Untuk Produk Kecantikan

Brand kecantikan dapat menggunakan advertorial untuk membahas masalah kulit yang sering dialami audiens, seperti kulit kering, jerawat, atau kusam.

Contohnya, artikel dapat mengangkat topik “Penyebab Kulit Kusam dan Cara Merawatnya dengan Tepat”. Di dalam artikel, brand bisa menjelaskan faktor penyebab kulit kusam, pentingnya kandungan tertentu, lalu memperkenalkan produk sebagai bagian dari rutinitas perawatan.

Fokus utama contoh ini adalah edukasi. Produk tidak langsung dijual sejak awal, tetapi diperkenalkan setelah pembaca memahami masalah yang ingin diselesaikan.

2. Contoh Untuk Produk Teknologi

Iklan advertorial juga berfungsi sebagai panduan. (Foto oleh Freepik)

Perusahaan teknologi dapat membuat advertorial yang membahas kebutuhan pengguna, seperti kerja hybrid, keamanan data, atau efisiensi pekerjaan.

Misalnya, brand laptop dapat membuat artikel tentang “Tips Memilih Laptop untuk Profesional yang Sering Bekerja Mobile”. Artikel bisa membahas daya tahan baterai, bobot perangkat, performa, dan fitur keamanan.

Dalam contoh ini, advertorial berfungsi sebagai panduan. Produk muncul sebagai pilihan yang sesuai dengan kriteria yang sudah dijelaskan, bukan sekadar objek promosi.

Baca juga: Apa Itu Teras Berita? Pengertian, Tips Membuat, dan Contoh Lengkapnya

3. Contoh Untuk Produk Keuangan

Sektor keuangan membutuhkan pendekatan yang lebih hati-hati karena berkaitan dengan kepercayaan. Advertorial dapat digunakan untuk memberikan edukasi tentang literasi keuangan, pengelolaan dana, atau kebiasaan menabung.

Contohnya, aplikasi keuangan dapat membuat artikel tentang “Cara Mengatur Pengeluaran Bulanan agar Tidak Cepat Habis”. Bisa menjelaskan masalah umum, seperti pengeluaran kecil yang tidak tercatat, lalu memperkenalkan fitur pencatatan otomatis dari aplikasi.

Fokus contoh ini adalah membangun kredibilitas. Brand hadir sebagai solusi yang membantu pembaca mengambil keputusan keuangan dengan lebih terarah.

4. Contoh Untuk Produk Makanan atau Minuman

Brand makanan dan minuman dapat menggunakan advertorial untuk menghubungkan produk dengan kebiasaan atau gaya hidup konsumen.

Contohnya, brand kopi kemasan dapat membuat artikel tentang “Minuman Praktis untuk Menemani Rutinitas Kerja Harian” yang membahas kebutuhan konsumen agar tetap produktif, dan membutuhkan pilihan yang mudah dibawa.

Dalam contoh ini, produk diposisikan sebagai bagian dari rutinitas. Advertorial tidak hanya menjelaskan rasa atau harga, tetapi juga menunjukkan bagaimana produk masuk ke kehidupan sehari-hari pembaca.

5. Contoh Untuk Produk Pendidikan

Lembaga kursus, platform belajar online, atau penyedia pelatihan dapat menggunakan advertorial untuk membahas kebutuhan peningkatan skill.

Contohnya, platform kursus digital dapat membuat artikel seperti “Skill yang Perlu Dipelajari untuk Menghadapi Dunia Kerja Modern” kemudian membahas pentingnya kemampuan komunikasi, analisis data, atau digital marketing.

Setelah itu, brand dapat memperkenalkan kelas atau program yang relevan dengan kebutuhan tersebut. Fokus contoh ini adalah membantu pembaca melihat manfaat jangka panjang sebelum mempertimbangkan produk yang ditawarkan.

Kesimpulan

Iklan advertorial merupakan strategi promosi yang menggabungkan pendekatan editorial dan tujuan pemasaran. Format ini membantu brand menyampaikan pesan secara lebih informatif, natural, dan tidak terasa seperti iklan biasa.

Agar efektif, advertorial perlu memiliki tujuan yang jelas, tulisan yang interaktif, judul yang relevan, konteks yang kuat, serta kalimat ajakan yang persuasif. Dengan begitu, pembaca tidak hanya mengenal produk, tetapi juga memahami manfaat dan alasan mengapa produk tersebut relevan bagi mereka.

Jika brand Anda ingin membuat iklan advertorial produk yang informatif, menarik, dan sesuai dengan kebutuhan audiens, RadVoice dapat membantu menyusun konten yang tepat untuk membangun awareness, meningkatkan kredibilitas, dan mendukung strategi pemasaran bisnis Anda.