Menulis opini di media bukan sekadar menuangkan pendapat pribadi, tetapi menjadi salah satu cara efektif untuk ikut terlibat dalam pembahasan publik.
Ketika sebuah opini dimuat di media, gagasan penulis, disertai data dan argumen yang kuat, tidak hanya dibaca oleh lingkaran terbatas, melainkan menjangkau audiens yang lebih luas dan beragam. Ini yang membuat opini di media memiliki nilai strategis, baik bagi individu maupun institusi.
Dalam praktiknya, banyak penulis memanfaatkan artikel opini sebagai ruang untuk menyampaikan sudut pandang kritis, menawarkan solusi, hingga membangun kredibilitas personal.
Tidak heran jika alasan di balik menulis opini sering kali berkaitan dengan kebutuhan untuk didengar sebagai bagian dari komunikasi publik.
Tujuan utama menulis opini di media adalah menyampaikan pandangan atau sikap terhadap isu tertentu yang sedang berkembang di masyarakat.
Opini memberi ruang bagi penulis untuk menafsirkan fakta, mengkritisi kebijakan, atau mengangkat persoalan sosial dengan sudut pandang yang lebih reflektif dibandingkan berita langsung.
Selain itu, opini juga berfungsi sebagai sarana edukasi publik. Dengan argumen yang disusun secara logis dan berbasis data, opini dapat membantu pembaca memahami isu secara lebih mendalam.
Ratih Kabinawa, praktisi komunikasi yang kerap menulis opini di media, menekankan bahwa kekuatan opini terletak pada keberanian menyampaikan sudut pandang yang jujur namun bertanggung jawab.
Ia menyebut bahwa opini yang dimuat media bukanlah tentang siapa yang paling keras bersuara, melainkan siapa yang mampu menyampaikan gagasan dengan argumen yang relevan, data yang akurat, dan bahasa yang menghargai pembaca.
Dalam perspektif komunikasi sosial, tujuan opini tidak hanya memengaruhi cara berpikir pembaca, tetapi juga mendorong diskusi yang lebih sehat dan konstruktif.
RadVoice Indonesia telah merangkum tiga manfaat menulis opini di media. Berikut selengkapnya.
Salah satu manfaat opini yang paling terasa adalah meningkatnya kredibilitas penulis.
Ketika opini dimuat di media arus utama, penulis sering dipandang sebagai sosok yang memiliki kompetensi atau kepakaran di bidang tertentu.
Hal ini sejalan dengan fungsi opini yang dimuat sebagai penanda otoritas intelektual di ruang publik.

Anda tentu dapat menjangkau pembaca yang lebih luas jika berhasil menulis opini di media.
Dengan menerbitkan opini di media nasional atau internasional, ide tulisan Anda dapat diakses oleh berbagai kalangan pembaca, mulai dari masyarakat umum, akademisi, bahkan pembuat kebijakan.
Opini yang relevan dan tajam dapat membuka peluang kolaborasi, undangan diskusi, hingga kesempatan profesional.
Dalam konteks organisasi, opini juga dapat memperkuat positioning institusi sebagai pihak yang peduli dan responsif terhadap isu publik.
Baca juga: 5 Rahasia Membuat Judul Opini Menarik Perhatian Pembaca
Menulis opini memberi manfaat personal berupa latihan berpikir kritis dan terstruktur.
Proses merumuskan argumen, menyusun kerangka, dan menyesuaikan gaya penulisan dengan standar media dapat membantu penulis mengasah kemampuan komunikasi secara berkelanjutan.
Menulis opini di media memberikan kesempatan yang sangat luas untuk menunjukkan kompetensi Anda.
Mengutip Opinia, Anda dapat menemukan ciri khas dari opini yang dibuat untuk membedakan dengan penulis lainnya. Misalnya dari gaya penulisan, tema yang diangkat, dan pesan-pesan yang ingin disampaikan.
Apabila konsisten menulis opini yang berkualitas, Anda dapat membangun branding sebagai sosok yang ahli dan berpengaruh.

Menulis opini di media mendorong Anda untuk tetap relevan dan memahami berbagai isu terkini.
Opini yang didasarkan pada peristiwa terbaru tentu akan lebih menarik bagi pembaca dan berpeluang besar untuk diterbitkan.
Dengan mengaitkan opini dengan tren atau fakta terbaru, akan menunjukkan bahwa Anda memiliki wawasan yang mendalam pada bidang yang dibahas.
Baca juga: 5 Tips Menerbitkan Opini di Media dari Peneliti HI Ratih Kabinawa
Opini di media biasanya mengangkat isu aktual, mulai dari kebijakan publik, pendidikan, ekonomi, hingga budaya. Misalnya, opini tentang dampak kebijakan pendidikan baru yang ditulis oleh praktisi pendidikan, atau tulisan mengenai perubahan perilaku masyarakat di era digital oleh akademisi komunikasi.
Ciri utama opini yang baik adalah argumen yang jelas, didukung data, dan disampaikan dengan bahasa yang lugas. Penulis tidak sekadar menyatakan setuju atau tidak setuju, tetapi menjelaskan alasan dan implikasinya bagi publik.
Contoh-contoh seperti ini sering ditemukan dalam rubrik opini media nasional yang memberi ruang bagi sudut pandang personal namun tetap berbasis fakta.
Salah satu contohnya mengenai opini peristiwa banjir yang terjadi di Sumatera akibat pembabatan hutan, harus menjadi cerminan bagi ‘paru-paru’ Indonesia lainnya yaitu hutan Papua. Opini tersebut ditulis oleh Laurens Ikinia, Peneliti di Institute of Pacific Studies Dosen Hubungan Internasional UKI, Jakarta pada laman Media Indonesia.

Lalu, seperti apa artikel opini yang dapat diterbitkan di media? Berikut beberapa tips yang bisa membantu Anda.
Menulis judul yang menarik dan selaras dengan isi tulisan menjadi wajib jika Anda ingin menulis opini di media.
Buatlah judul opini dengan langsung menyampaikan isinya dan relevan dengan argumen yang ingin disampaikan. Hindari membuat judul opini yang panjang dan bertele-tele.

Agar opini memiliki peluang lebih besar untuk dimuat, penulis perlu memperhatikan relevansi isu dengan pembaca media tujuan.
Isu yang aktual dan berdampak luas cenderung lebih menarik perhatian redaksi dibandingkan topik yang terlalu sempit atau personal.
Artikel opini adalah tulisan yang didasari oleh pendapat dan argumen pendukung.
Dalam memaparkan argumen-argumen tersebut, penulis kadang tergoda untuk menyertakan banyak pesan sekaligus. Hal ini sebaiknya dihindari karena pesan yang banyak justru akan mengurangi efektivitas pesan.
Sampaikan pesan Anda dengan nada tulisan tetap objektif dan argumentatif, bukan emosional. Redaksi cenderung memilih opini yang membuka ruang dialog, bukan memicu konflik tanpa dasar yang jelas.
Opini yang ringkas, fokus, dan tidak bertele-tele akan lebih mudah diterima, Biasanya beberapa media menyiapkan panduan penulisan opini bagi siapa saja yang ingin berkontribusi pada laman situs web mereka.
Jangan lupa untuk menambahkan keyword atau kata kunci pada judul.
Cara ini akan membuat pembaca mudah menemukan artikel opini yang dibutuhkan sehingga dapat menjangkau pembaca yang lebih luas.
Menulis opini di media memiliki tujuan yang jelas, manfaat yang nyata, dan peran penting dalam membentuk percakapan publik.
Dengan memahami fungsi opini yang dimuat, melihat contoh penerapannya, serta menerapkan tips yang tepat, penulis dapat meningkatkan peluang agar gagasannya tidak hanya dibaca, tetapi juga berdampak.
Ingin opini Anda dimuat di media nasional dan menjangkau audiens yang lebih luas? Mulailah dengan memilih isu yang relevan, menyusun argumen yang kuat, dan menyesuaikan gaya penulisan dengan karakter media tujuan.
Tim RadVoice siap siap berkolaborasi untuk pendampingan strategi komunikasi dalam menyusun dan mendistribusikan publikasi brand Anda ke media.