Dalam bidang jurnalistik, atribusi atau sumber informasi yang dikutip dalam artikel pemberitaan menjadi salah satu elemen penting yang tak bisa diabaikan.
Umumnya, penulisan menggunakan nama lengkap dan jabatan narasumber yang relevan.
Hal ini penting dilakukan agar pembaca menganggap informasi yang diberikan kredibel dan berasal dari sumber yang jelas.
RadVoice Indonesia menjabarkan tentang atribusi dan mengapa istilah itu penting dalam sebuah pemberitaan.

Istilah atribusi mengacu kepada penyebutan sumber informasi dalam pemberitaan yang dapat dituliskan dalam bentuk parafrasa atau kutipan langsung.
Mengutip The News Manual, sumber informasi ini dapat diperoleh dari hasil wawancara, pidato, laporan, buku, atau sumber lain yang berkaitan.
Baca Juga: Tantangan Etika Jurnalistik: Netizen Sebagai Sumber Berita
Berikut beberapa contohnya dalam pemberitaan yang muncul di media:
Pencantuman dapat diletakkan di awal kalimat maupun di akhir setelah pernyataan dari sumber.
Apabila dalam satu artikel pemberitaan terdapat lebih dari satu atribusi, maka harus ditulis dengan jelas siapa saja yang memberikan pernyataan tersebut.
Jangan berlebihan dalam menggunakan atribusi pada suatu artikel berita.
Selain itu, gunakan variasi untuk menjelaskan keterangan dari sumber. Dalam The Manual News, variasi ini dapat dilakukan dengan mengubah kata ‘mengatakan’, menjadi ‘menyarankan’, ‘mendesak’, ‘mengungkapkan’, ‘menuturkan’, dan lainnya.
Namun media juga harus cermat karena penggunaan kata-kata tersebut menyesuaikan dengan pernyataan sumber.
Contohnya, kata ‘menurut’ yang sebaiknya tak digunakan berulang dalam satu artikel berita. Sebab, hal itu dapat memberi kesan bahwa media meragukan informasi yang disampaikan oleh sumber.

Pembaca dapat memverifikasi kebenaran informasi yang dipercaya berdasarkan sumber.
Pencantuman juga membantu menghindari berita bohong atau manipulasi informasi yang tak ada sumbernya.
Ketika atribusi dicantumkan sebagai sumber berita, media telah menunjukkan profesionalisme dan tanggung jawab atas artikel yang ditulis.
Berita bisa tak dipercaya tanpa itu, terutama dalam berita yang memiliki isu sensitif atau kontroversial.
Pencantumannya juga dapat mencegah dampak plagiat dari SEO dan membuat media patuh terhadap etika jurnalistik.
Sumber memungkinkan pembaca memahami konteks berita dengan lebih baik. Misalnya, pernyataan dari seorang ahli terkait isu tertentu memiliki bobot pengetahuan yang berbeda, dibandingkan pernyataan yang muncul di media sosial.
Siapa saja yang bisa menjadi sumber berita?
Dilansir dari Fiveable, sumber yang kredibel umumnya memiliki keahlian (expertise) dan relevansi dengan topik yang dibahas.
Kredibilitas bisa diperkuat dengan mencantumkan detail penting tentang sumber, seperti jabatan, afiliasi, atau pengalaman spesifik yang berkaitan dengan isu tersebut.
Contoh: Menurut Kepala Pusat Data Kementerian Kesehatan, dr. Andi Pratama, peningkatan kasus flu musiman dipicu oleh mobilitas masyarakat yang tinggi.
Dikutip dari American Journalism Handbook, kutipan langsung adalah pernyataan yang mencerminkan kata-kata persis yang disampaikan oleh sumber.
Biasanya, kutipan langsung ditaruh di antara tanda kutip untuk menegaskan bahwa kalimat tersebut disampaikan langsung oleh narasumber.
Kutipan langsung berguna untuk menyampaikan emosi, opini, dan pengalaman pribadi narasumber.
Contoh: “Kalau untuk perkara ini, yang tadi kami sampaikan saksinya itu yang ditunjuk saat akad nikah,” kata Kepala Humas Pengadilan Agama Jakarta Selatan, Suryana.
Parafrase adalah cara menyampaikan kembali pernyataan narasumber dengan bahasa yang lebih ringkas dan mudah dipahami tanpa mengubah makna aslinya.
Dalam atribusi berita, parafrase membantu pembaca memahami konsep yang kompleks.
Namun, penggunaan parafrase menuntut pemahaman yang mendalam terhadap pernyataan sumber agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.
Contoh: Menurut laporan Bank Dunia, perlambatan ekonomi global dipengaruhi oleh ketidakpastian geopolitik dan inflasi.
Penempatan atribusi bisa disesuaikan dengan kebutuhan konteks kalimat.
Atribusi di awal kalimat digunakan untuk menekankan sumber informasi, terutama jika kredibilitas narasumber menjadi fokus utama.
Sebaliknya, penempatan atribusi di akhir kalimat digunakan ketika fokus kalimat pada isi pernyataan atau informasi yang disampaikan.
Contoh: Hujan lebat diperkirakan masih akan terjadi hingga akhir pekan, menurut BMKG.
Kesalahan atribusi merujuk pada kesalahan dalam mengutip pernyataan sumber yang menyebabkan penyajian fakta tidak akurat dan menurunkan kredibilitas informasi.
Memahami kesalahan atribusi ini penting karena memengaruhi integritas jurnalisme dan kepercayaan publik terhadap sumber berita.

Dikutip dari Fiveable, kesalahan atribusi mencakup identifikasi pembicara yang keliru, kutipan yang salah, atau mengaitkan pernyataan kepada individu yang salah.
Kesalahan atribusi yang umum sering muncul akibat liputan yang terburu-buru atau gagal untuk mengkonfirmasi detail dengan sumber.
Menggunakan bahasa yang jelas dan mencatat percakapan dapat mengurangi kemungkinan terjadinya kesalahan-kesalahan.
Penggunaan atribusi harus memenuhi kriteria sumber anonim di media.
Penggunaan sumber anonim tanpa alasan yang jelas berisiko menurunkan kepercayaan pembaca.
Mengutip panduan The New York Times, sumber anonim adalah identitas yang tidak dapat diungkapkan kepada pembaca.
Sumber anonim hanya boleh digunakan untuk informasi yang memiliki nilai berita tinggi dan diyakini kredibel, serta tidak memungkinkan untuk dilaporkan melalui sumber terbuka.
Atribusi adalah bagian penting dalam pemberitaan untuk meningkatkan akurasi dan kredibilitas media.
Penulisannya harus ditulis lengkap dengan nama dan jabatannya agar pernyataan yang disertakan relevan dengan yang disampaikan oleh sumber.
Dengan pencantuman yang tepat, berita menjadi lebih informatif dan menjadi wujud tanggung jawab media terhadap kebenaran.
Atribusi yang tepat membantu pesan brand tersampaikan dengan kredibel. Percayakan strategi komunikasi dan relasi media Anda kepada RadVoice.