Bela Dianna adalah praktisi PR marketing di sebuah industri crypto di Jakarta.

PR marketing dianggap menjadi satu kesatuan dalam tiap organisasi dan perusahaan. 

Meski terdiri dari dua hal yang berbeda, sejauh ini Bela Dienna menyadari bahwa keduanya dapat bekerja dalam satu ekosistem yang sama, yakni industri komunikasi. 

Public Relations Lead di sebuah startup industri crypto ini membagikan perspektifnya kepada RadVoice Indonesia.


Kalau dikatakan benar-benar saklek, PR biasanya terlibat untuk menulis pesan, distribusi, dan kemitraan (partnership).

Sementara pemasaran atau marketing memiliki fokus untuk menganalisis metriks. Misalnya: metriks voucher yang diklaim, jumlah pengguna, dan impresi sebuah konten media sosial. 

Keduanya memang berbeda, tetapi saling terkait. Selama saya bekerja di startup crypto, saya sebenarnya tidak menutup kemungkinan akan melakukan hal yang sama seperti teman-teman saya di marketing communications

Pengamatan saya, deskripsi pekerjaan PR di tiap-tiap perusahaan itu berbeda. Terkadang, ada tim PR yang melaporkan pekerjaannya langsung ke C-level, sebab mereka mendukung keseluruhan komunikasi dari semua divisi. 

Ada juga jabatan PR yang masuk di divisi marketing. Nah, sifatnya akan mendukung seluruh inisiatif-inisiatif pemasaran perusahaan, baik itu fitur, produk baru, dan sejenisnya. 

Jika kembali ke pertanyaan awal, bagaimana membedakan PR marketing? 

Perbedaan PR Marketing bagi Bela Dianna

Pertama, tugasnya. Menurut saya, PR akan lebih banyak berkutat di penyusunan pesan, distribusi ke rekan media, hingga kemitraan dengan perusahaan atau instansi pemerintah. 

Karena itu, Anda akan menemukan sebuah kampanye di berbagai kanal, bukan?

Merujuk dari laman PR Indonesia, secara pesan, saya dan teman-teman PR akan fokus untuk mencapai tujuan jangka panjang ketika bermitra dengan perusahaan. Artinya, kami membantu posisi perusahaan menonjol. 

Sedangkan marketing, penyampaian pesan untuk jangka pendek, misal menjual atau mempromosikan produk baru. 

Ah iya, tidak lupa juga, saya ingin berbagi tips bagi Anda ingin terjun di bidang PR marketing. 

Ilustrasi meeting tim PR marketing. Foto Brooke Cagle dari Unsplash
Ilustrasi meeting tim PR marketing. Foto Brooke Cagle dari Unsplash

Tips Bela Dienna untuk Pindah Pekerjaan sebagai PR Marketing

Jika Anda adalah jurnalis, mungkin akan kaget kalau bekerja di bidang PR. Biasanya, jurnalis mendengarkan narasumber, menuangkannya dalam tulisan, atau jika memiliki topik tertentu, Anda dapat mencari narasumber sesuai kebutuhan. 

Di PR, justru kami memulainya dengan pesan. Apa pesan yang ingin disampaikan? Kemudian, kami kembangkan dengan berdiskusi bersama narasumber terkait. 

Baca juga: 3+ Kunci Perencanaan Public Relations

Merasa tertantang? Anda jangan khawatir. Saya mengamati, banyak teman-teman saya yang beralih industri. Tetapi ia memiliki dasar yang kuat seperti menulis dan meramu pesan. 

Kenali Kemampuan PR

Bicara soal PR, kemampuan para praktisinya tidak hanya sekadar meramu pesan, menulis, atau berbasa-basi dengan klien saja. Menurut TopKarir.com, kemampuan PR mencakup: 

  • Dapat berelasi secara profesional
  • Dapat dipercaya
  • Mampu berpikir kreatif
  • Dapat update terhadap tren
  • Mampu berkomunikasi secara lisan dan tertulis

Jangan Lupa, Temukan Joy Anda

Hal terpenting ketika Anda sedang bertransisi karir atau pekerjaan sebagai PR: temukan joy atau kesenangan. 

Saya banyak bertemu dengan narasumber dari ragam latar belakang, karakter, dan perspektif. Menurut saya, ini punya seni tersendiri. Lebih seru saja begitu! 

Bagaimana dengan Anda? Apa joy yang ingin Anda gali dalam pekerjaan PR mendatang? 

Semua Pekerjaan Punya Tantangan, termasuk Mengkomunikasikan Hambatan

Meski pekerjaan PR dianggap banyak senangnya, tetapi saya merasakan ada hambatan di momen tertentu. 

Saya mengakui, bekerja di startup crypto sangatlah dinamis. Saya harus segera beradaptasi dan agile untuk mengikuti perubahan. Belum lagi dengan terminologi hingga istilah teknisnya.

Di awal bekerja, memang sulit. Namun saya sadar, bekerja PR artinya juga mampu menyampaikan hal-hal secara asertif. Saya mengandalkan tim untuk berdiskusi.

Wawancara dengan Bela Dienna dilakukan pada Kamis, 11 Januari 2024. Percakapan ini telah diedit agar lebih ringkas.


RadVoice Indonesia dapat menyampaikan pesan institusi Anda melalui laporan media yang kredibel di Indonesia. Berbekal pendekatan bercerita dan standar konten yang tinggi, RadVoice Indonesia akan bekerja sama dengan Anda untuk menulis artikel yang edukatif dan membidik media-media nasional atau internasional yang relevan.

Jadwalkan konsultasi online dengan RadVoice Indonesia di sini. 100% gratis, tanpa komitmen.