Jurnalis Republika Havid Al Vizki Berbagi Tips Membuat Video Jurnalistik

Video jurnalistik adalah bentuk jurnalisme yang menggabungkan gambar bergerak untuk menyampaikan cerita.

Prosesnya mencakup berbagai tahapan, mulai dari pengambilan gambar hingga editing, yang semuanya memerlukan keterampilan teknis dan kreativitas.

Dalam wawancara eksklusif, RadVoice Indonesia berbicara dengan Havid Al Vizki, seorang video jurnalis di Republika, untuk menggali lebih dalam mengenai pengalaman dan proses di balik pembuatan video jurnalistik, dari pembuatan konsep hingga produksi.

Mengoptimalkan Kualitas Visual dan Audio dalam Membuat Video Jurnalistik

Bagaimana cara Anda memastikan kualitas visual dalam video?

“Bagi saya, memastikan kualitas visual dalam video sangat bergantung pada peralatan yang digunakan dan pengaturan yang tepat.

“Ketika saya mengerjakan video jurnalistik yang lebih ringan, seperti infografis atau video dengan durasi pendek, saya sering menggunakan smartphone atau tablet/iPad. Dua alat tersebut cukup praktis dan memiliki kapasitas yang mumpuni untuk menghasilkan gambar yang jernih.

membuat video jurnalistik
Havid Al Vizki saat meliput Konferensi Para Pihak ke-29 tentang Perubahan Iklim (COP-29) di Azerbaijan pada Desember 2024. (Foto oleh narasumber)

“Namun, untuk video jurnalistik yang lebih serius seperti berita atau dokumenter, saya lebih memilih menggunakan kamera profesional yang memungkinkan kontrol yang lebih detail terhadap kualitas gambar, pencahayaan, dan ketajaman.

“Selain itu, saya juga selalu memastikan pengaturan pencahayaan yang tepat dan memilih sudut pengambilan gambar yang mendukung cerita, agar visualnya bisa mendukung pesan yang ingin disampaikan.”

Seberapa penting kualitas audio dalam sebuah video jurnalistik dan bagaimana Anda memastikan kualitasnya tetap baik?

“Menurut saya, kualitas audio itu ibarat nyawa dari sebuah video jurnalistik, terutama dalam berita video.

“Apabila kualitas audio jelek, penonton biasanya langsung skip dan mencari video lain yang lebih jelas suaranya.

kualitas audio dalam video jurnalistik
Ilustrasi. Havid menggambarkan audio sebagai ‘nyawa’ dalam video jurnalistik karena perannya yang sangat penting. (Foto oleh Freepik)

“Untuk memastikan kualitas audio tetap baik, saya selalu menggunakan mikrofon yang sesuai untuk kebutuhan wawancara atau liputan lapangan.

“Selain itu, saya juga selalu mengecek peralatan audio dan video sebelum berangkat liputan untuk memastikan semuanya bekerja dengan baik.”

Mengatasi Tantangan dalam Pengambilan Gambar dan Editing Video Jurnalistik

Apakah Anda pernah mengalami kesulitan saat pengambilan gambar, dan bagaimana cara Anda mengatasinya?

“Tentu saja, ada beberapa tantangan yang sering saya hadapi, terutama saat pengambilan gambar. Misalnya, jika sedang hujan, saya harus berhati-hati agar kamera tidak basah.

“Saya biasanya mencari tempat berlindung atau menyelesaikan pengambilan gambar di tempat yang lebih aman.

“Tantangan lain muncul saat saya meliput acara dengan pengamanan ketat, seperti saat meliput pimpinan negara. Dalam situasi ini, saya harus pintar-pintar melihat situasi sekitar, karena ada batasan-batasan yang tidak boleh dilanggar.

“Jika kekurangan video untuk bahan editing, saya sering menambahkan footage tambahan, seperti suasana sekitar, gedung, atau orang-orang di sekitar untuk memberikan konteks lebih.”

Apa tantangan terbesar yang Anda hadapi dalam pekerjaan ini, dan bagaimana cara Anda menghadapinya?

“Tantangan terbesar yang sering saya alami adalah ketika saya mengalami “mati angin” atau buntu ide.

“Situasi ini bisa terjadi kapan saja, terutama ketika saya sedang mencari cerita atau ide untuk liputan. Selain itu, kadang saya juga kesulitan menghubungi narasumber yang saya butuhkan. 

membuat video jurnalistik
Ilustrasi. Menurut Havid, kehabisan ide merupakan tantangan dalam membuat video jurnalistik, sehingga dibutuhkan kesiapan untuk selalu menyiapkan beberapa isu alternatif. (Foto oleh stockking/Freepik)

“Solusinya, saya sudah menyiapkan dua sampai tiga isu yang bisa saya liput pada hari itu. Jadi, jika satu isu gagal atau tidak bisa saya dapatkan, saya bisa langsung beralih ke isu lainnya tanpa kehilangan waktu.

“Saya juga mencoba mengeksplorasi karya video jurnalistik dari media nasional maupun luar negeri untuk mendapatkan inspirasi dan memperkaya referensi saya.

“Ini sangat membantu untuk memastikan saya tetap bisa meliput dan tidak terjebak dalam satu masalah yang belum terpecahkan.”

Tips Menjadi Video Jurnalis yang Profesional

Apa saja tips yang dapat membantu Anda menjadi video jurnalis yang profesional dalam dunia video jurnalistik?

“Menjadi video jurnalis itu, menurut saya, harus tangguh di segala medan. Anda harus siap dengan segala kemungkinan, baik itu cuaca buruk, situasi yang menantang, atau peralatan yang tidak mendukung.

“Selain itu, saya sangat menyarankan untuk rajin menonton video dokumenter.

“Ini penting karena melalui dokumenter, kita bisa belajar banyak hal, mulai dari cara pengambilan gambar yang baik hingga bagaimana cara menyampaikan cerita yang efektif. 

Last but not least, terus belajar dan berkembang adalah kunci dalam bidang video jurnalistik.”

video jurnalistik
Ilustrasi. Menonton dokumenter menjadi salah satu kegiatan yang rutin dilakukan Havid untuk belajar banyak hal tentang video jurnalistik. (Foto oleh fauziamasood666/Freepik)

Kesimpulan

Menjadi video jurnalis memang bukan hal yang mudah, namun dengan alat yang tepat, pengetahuan yang mendalam, dan kemampuan untuk mengatasi tantangan, seseorang bisa sukses di bidang ini.

Havid membagikan sejumlah tips dan trik practical memulai karir sebagai video jurnalis, termasuk memilih alat yang tepat, memperhatikan kualitas audio, hingga bagaimana cara menghadapi berbagai kesulitan di lapangan.

Bagi siapa saja yang tertarik terjun ke dunia video jurnalisme, Havid juga menekankan pentingnya untuk terus belajar, beradaptasi, dan tidak takut untuk mencoba hal-hal baru.

Wawancara dengan Havid Al Vizki dilakukan pada Rabu, 15 Januari 2025. Wawancara ini telah diedit agar lebih ringkas.

Contact Us!
Contact Us!
RadVoice Indonesia
Hello
Can we help you?