Gadizsa Zselamart

Bagi Gadizsa Zselamart, kesuksesan publikasi acara sebuah perusahaan tidak bisa dipisahkan dari kolaborasi antara jurnalis dan media relations.

Menurut artikel ClearVoice, media relations adalah salah satu jenis humas yang menghubungkan perusahaan dengan jurnalis.

Tugas utama media relations adalah memastikan informasi terkait perusahaan atau lembaga sampai ke masyarakat lewat surat kabar, radio, televisi, atau media online.

Informasi tersebut dapat disampaikan dengan berbagai cara, seperti membuat media gathering atau mendistribusikan press release kepada media.

Untuk menjalankan tugas tersebut, biasanya media relations harus memiliki strategi khusus dalam meyakinkan seorang jurnalis mempublikasikan informasi dari Anda.

Informasi yang diterima media perlu melewati beberapa tahapan sebelum dapat diterbitkan. Nantinya, jurnalis akan melakukan kurasi terhadap informasi yang diberikan sebelum akhirnya dipublikasikan  secara lebih luas.

Gadizsa Zselamart, Chief Executive Office dari perusahaan konsultan komunikasi Prasa Komunikasi  memiliki beberapa strategi meyakinkan jurnalis untuk publikasi acara kliennya dan informasi lainnya secara lebih luas.

Kepada RadVoice Indonesia, wanita yang pernah menempuh pendidikan S2 ilmu komunikasi di Belanda dan Inggris ini mengungkapkan cara meyakinkan jurnalis untuk menerbitkan press release secara lebih luas.

Bagaimana Gadizsa Zselamart mengelola sebuah isu yang dianggap penting oleh klien menjadi informasi yang newsworthy dan membuat wartawan tertarik?

Kalau dari saya, ada dua cara yang bisa dilakukan untuk membuat wartawan tertarik dan menerbitkan informasi dari klien. 

Pertama, tempatkan diri kita sebagai praktisi komunikasi di posisi mereka, dalam hal ini wartawan, sehingga kita bisa menilai sejauh apa nilai berita pada informasi tersebut.

Lalu yang kedua, kuncinya adalah riset dan update tentang isu terkini.

Bagaimana cara Gadizsa Zselamart meyakinkan wartawan untuk mempublikasikan informasi dari klien perusahaan?

Posisi kita sebagai praktisi komunikasi adalah mempertemukan kepentingan klien dan jurnalis. 

Seorang praktisi media relations harus selalu cermat membaca konteks dan riset untuk bisa melakukan hal tersebut. 

Penting untuk diketahui oleh semua praktisi komunikasi untuk tidak selalu memaksakan kehendak klien kepada jurnalis. 

Jika hal itu terjadi, bukan cuma reputasi klien yang rusak, tetapi reputasi seorang praktisi komunikasi juga akan tercoreng. 

Baca juga: Hindari di-Blacklist Jurnalis, Wajib Tahu 3 Tipsnya!

Padahal, media relations itu adalah investasi. Investasi yang dimaksud adalah sesuatu yang sudah dibangun sejak lama tetapi rusak hanya karena satu dua proyek atau momen. 

Menurut saya, sangat disayangkan investasi itu dirusak karena ada satu atau beberapa klien memaksakan kehendak yang bertentangan dengan profesionalisme jurnalis.

Apakah Anda pernah kesulitan mengirimkan press release atau mengajak wartawan menghadiri media gathering?

Tantangan, sih, selalu di setiap kesempatan. Semua tergantung apakah klien dan pihak-pihak terkait yang bekerja sama dengan kita bisa berada di pijakan yang sama dengan kita saat menemui tantangan tersebut. 

Kalau tidak, ini yang saya definisikan sebagai momen yang sulit. Jadi kesulitan dalam mengelola proyek atau kegiatan terkait dengan hubungan dengan para pihak penyelenggara. 

Jika pihak-pihak tersebut mempercayai penilaian kami dan berupaya bersama untuk mencari solusi, tantangan apa pun pasti bisa dihadapi. 

Sering kali, pekerjaan melibatkan banyak pihak baik itu klien, mitra klien, dan pihak ketiga lainnya. 

Semuanya punya kepentingan beda-beda dan level pemahamannya juga nggak sama. Sehingga kalau semua pihak sudah punya maunya sendiri dan tidak mau beradaptasi, kesulitan dalam bekerja sama pasti mutlak dan mempengaruhi hasil pekerjaan kita.

Besar kemungkinannya berdampak pada hasil pekerjaan kita, contohnya ketika menghadirkan wartawan. 

Baca juga: 5 Tips Sukseskan Media Gathering untuk Tingkatkan Brand Awareness

Bagaimana Anda menjalin hubungan baik dengan wartawan dan klien?

Kuncinya adalah mengenali natur dari pekerjaan wartawan dan nilai-nilai pekerjaan seorang wartawan sehingga kita sebagai praktisi komunikasi dapat menghargai profesi mereka.

Tak kenal maka tak sayang. 

Sebenarnya, konsepnya sama saja di semua hal. Konsep dasar komunikasi saat kita belajar di bangku kuliah dulu: pahamilah lawan bicaramu sehingga kamu bisa berkomunikasi dengan efektif. 

Masalahnya, nggak semua orang mau meluangkan waktu dan menurunkan ego untuk belajar terus dan memahami lawan bicara dan situasi yang mempengaruhi proses komunikasi tersebut.

Menurut saya, communication is a neverending learning process. Seseorang yang terjun di dunia ini akan terus belajar tentang dunia baru dari banyak hal, termasuk klien.

Wawancara dengan Gadizsa Zselamart dilakukan pada Senin, 29 Januari 2024. Percakapan ini telah diedit agar lebih ringkas.


RadVoice Indonesia dapat menyampaikan pesan institusi Anda melalui laporan media yang kredibel di Indonesia. Berbekal pendekatan bercerita dan standar konten yang tinggi, RadVoice Indonesia akan bekerja sama dengan Anda untuk menulis artikel yang edukatif dan membidik media-media nasional atau internasional yang relevan.

Jadwalkan konsultasi online dengan RadVoice Indonesia di sini. 100% gratis, tanpa komitmen.