Tidak semua press release membutuhkan pendekatan yang sama. Cerita tentang peluncuran produk tertentu berbeda dengan kisah seorang musisi yang ingin memperkenalkan karya baru.
Perbedaan inilah yang menjadi strategi RadVoice Indonesia saat membantu Sony Music Indonesia dalam mengomunikasikan cerita dari penyanyi Alfin Habib dan Aruma kepada media nasional.
Menghidupkan Kembali “Cindai” untuk Generasi Baru

Lagu “Cindai” dengan sentuhan Melayu modern berhasil menarik perhatian generasi baru. Alfin Habib menghadirkan warisan musik Melayu dalam kemasan yang lebih modern tanpa menghilangkan esensi aslinya.
Kabar perilisan ulang ini dipublikasikan di lebih dari lima media Indonesia, termasuk Indozone Spotlight, Pikiran Rakyat (Mudanesia), UrbanVibes, Media Indonesia, Visi News, dan JakartaKita.
Media melihat perilisan ulang “Cindai” sebagai upaya menghadirkan kembali lagu klasik dalam kemasan yang lebih dekat dengan pendengar masa kini.
Di balik publikasi tersebut, proses menyusun angle cerita justru menjadi tantangan terbesar.
Di satu sisi, ada kesan nostalgia yang menjadi daya tarik utama lagu ini bagi pendengar lama. Sementara di sisi lain, ada interpretasi baru Alfin Habib yang perlu ditonjolkan agar cerita ini terasa relevan bagi media hiburan dan lifestyle masa kini.
Menemukan titik temu antara dua sisi inilah yang membuat angle publikasi terasa kuat sekaligus mudah diterima oleh berbagai segmen media.
Langkah Baru Aruma Setelah Lulus dari ITB

Berbeda dengan Alfin Habib yang mengangkat kembali lagu legendaris, cerita Aruma berangkat dari perjalanan pribadinya.
Setelah menyelesaikan studinya, Aruma mulai menyiapkan karya yang lebih personal. Lagu-lagu tersebut menjadi refleksi atas perjalanan hidupnya selama menempuh pendidikan hingga memasuki fase baru sebagai musisi.
Kabar ini dipublikasikan di lebih dari lima media Indonesia, termasuk Jawa Pos, Pikiran Rakyat (Mudanesia), Zetizens, Edisi.co.id, dan Wanita Indonesia.
Pencapaiannya sebagai lulusan Magna Cum Laude memperlihatkan dedikasinya di dunia akademik. Di saat yang sama, langkahnya menyiapkan karya bau menunjukkan komitmennya terhadap dunia musik.
Perpaduan inilah yang membuat kisah Aruma memiliki nilai berita.
Peran RadVoice di Balik Kedua Publikasi

Dalam proses pembuatan kedua publikasi ini, RadVoice melakukan riset mendalam terhadap masing-masing penyanyi.
Untuk Alfin Habib, tim menggali latar belakang lagu “Cindai” serta alasan di balik keputusannya untuk merilis ulang karya tersebut.
Sementara untuk Aruma, RadVoice menggali perjalanan akademiknya di ITB serta rencana karya musik yang akan datang.
RadVoice kemudian memilih informasi yang paling relevan untuk disusun menjadi angle dan menyusun sudut pandang cerita yang paling menarik bagi media.
Kedua proyek ini membuktikan kemampuan RadVoice dalam menyusun pesan yang berbeda karakter, namun tetap relevan dengan audiensnya masing-masing.
Pengalaman menangani Alfin Habib dan Aruma menunjukkan bahwa keberhasilan sebuah publikasi tidak hanya bergantung pada jaringan media, tetapi juga kemampuan menemukan cerita yang paling relevan untuk audiens.
Itulah pendekatan yang terus diterapkan RadVoice saat membantu klien dari berbagai industri untuk membangun komunikasi yang lebih bermakna.
