Mengajak media internasional untuk turun langsung ke lapangan bukan sekadar soal mengirim undangan. Dibutuhkan pendekatan yang tepat agar media bisa melihat perjalanan tersebut sebagai cerita yang relevan dan layak diliput.
Inilah tantangan yang dihadapi RadVoice ketika dipercaya membuka akses ke media internasional dalam media trip Amartha di Flores.
Tantangan utamanya terletak pada menemukan media yang relevan, memiliki jangkauan luas,serta tertarik mengangkat cerita Flores ke audiens yang lebih luas. Dari titik inilah RadVoice Indonesia mulai menyusun strategi, hingga akhirnya berhasil menghadirkan kontributor The Straits Times untuk ikut serta dalam perjalanan tersebut.
Baca juga: RadVoice Hadirkan Travel Story Yogyakarta untuk Cathay Pacific
Dari Pitch ke Koneksi: RadVoice Membuka Jalan untuk The Straits Times
RadVoice memulai prosesnya dengan media mapping, yaitu menyusun daftar media yang paling cocok untuk mendukung tujuan media trip Amartha. Pemilihan media ini penting agar tujuan utama acara bisa sampai ke audiens yang tepat.
Dari hasil media mapping ini, The Straits Times menjadi media yang paling relevan. RadVoice kemudian menyusun pitch atau ide liputan yang mengangkat sisi Flores yang jarang terekspos, seperti desa-desa tradisional dan kerajinan lokal.

Selanjutnya, RadVoice mendalami dan menyampaikan pitch tersebut kepada kontributor The Straits Times, sekaligus membahas bentuk kolaborasi yang bisa dilakukan. Saat tujuan sudah selaras, RadVoice memberikan detail kontak jurnalis kepada tim Amartha untuk melanjutkan koordinasi terkait media trip.
Namun, peran RadVoice tidak berhenti di sini, sebagai PR dan agensi komunikasi, RadVoice memastikan koordinasi berjalan dengan terstruktur dan meminimalkan potensi kendala komunikasi mulai dari sisi teknis media trip sampai detail logistik perjalanan.
Cerita Flores yang Sampai ke Audiens Global
Proses yang dijalankan RadVoice membuahkan hasil dengan hadirnya publikasi di The Straits Times berjudul, “Beyond Labuan Bajo: Traditional villages and crafts in Flores”.
Artikel ini mengangkat sisi Flores yang selama ini belum banyak mendapat sorotan, mulai dari kehidupan desa tradisional sampai kerajinan tangan masyarakat lokal.
Dengan keikutsertaan kontributor The Straits Times secara langsung, cerita yang disajikan tentang Flores pun dapat disampaikan melalui pengalaman langsung di lapangan, sehingga memberikan perspektif yang lebih otentik.
Baca juga: RadVoice Membawa Perspektif Indonesia tentang QRIS di China-Global South Project
Media Trip sebagai Pintu Exposure bagi Amartha
Keberhasilan menghadirkan The Straits Times dalam media trip ini membuka peluang exposure bagi Amartha sekaligus membawa cerita tentang Flores kepada audiens yang lebih luas.
Pencapaian ini menunjukkan bagaimana RadVoice mampu membuka akses ke media internasional bagi klien, sekaligus mengubah sebuah perjalanan menjadi cerita yang memiliki nilai bagi audiens media. Semua proses tersebut dilakukan strategi dan koordinasi yang terarah.
RadVoice terus berkomitmen menghadirkan peluang exposure yang relevan dan tepat sasaran bagi setiap klien, termasuk dengan membangun koneksi dengan media yang sesuai dengan cerita dan tujuan yang ingin dicapai.
