Ketika Hobi Justru Membantu Praktisi PR Tiffany Diahnisa Bekerja Lebih Baik

Bagi banyak profesional, hobi sering dianggap sebagai hal yang harus ‘mengalah’ ketika pekerjaan sedang padat. Namun bagi Tiffany Diahnisa, justru sebaliknya.

Di tengah perannya sebagai praktisi PR yang menuntut fokus, hobi seperti olahraga dan membaca menjadi cara ia menjaga kualitas kerja dan kejernihan berpikir.

Sebagai Senior Executive of External Communications – Reputation & PR di Prudential Indonesia, Tiffany terbiasa menghadapi ritme kerja yang cepat dan penuh tuntutan.

Situasi yang dihadapi tidak selalu bisa diprediksi, sementara pesan yang disampaikan harus tetap akurat. Dalam kondisi seperti ini, menjaga kondisi diri menjadi hal yang tidak bisa ditawar.

“Setelah olahraga, saya selalu merasa lebih wellness dan fresh. Pikiran juga jadi lebih fokus untuk kembali bekerja,” tutur alumnus Institut Pertanian Bogor ini.

Ketika Hobi Justru Membantu Praktisi PR Tiffany Diahnisa Bekerja Lebih Baik
Bagi Tiffany, olahraga menjadi cara menjaga fokus di dunia PR yang serba cepat. (Semua foto oleh Tiffany Diahnisa)

Bagi Tiffany, aktivitas di luar pekerjaan bukan sekadar pengisi waktu luang. Ia melihatnya sebagai bagian dari sistem pendukung agar bisa menjalani peran profesional dengan lebih baik. Kepada RadVoice Indonesia, Tiffanny bercerita lebih banyak tentang hal ini.

Olahraga sebagai Bentuk Merawat Diri

Saat ini, olahraga menjadi aktivitas yang paling ia nikmati di luar pekerjaan. Tiffany kembali rutin berolahraga, mulai dari bermain padel, tenis, hingga berjalan pagi selama sekitar 30 menit.

Padel menjadi olahraga yang paling sering ia lakukan belakangan ini. Ia mulai mencoba padel sejak awal 2024, namun baru bisa menjalankannya secara rutin di tahun 2025 karena sebelumnya terkendala kesibukan.

Selain padel, Tiffany juga perlahan kembali bermain tenis, olahraga yang sudah ia tekuni sejak 2023. Ketertarikannya pada olahraga sebenarnya sudah tumbuh sejak masa sekolah, ketika ia aktif bermain basket.

Seiring bertambahnya usia, jenis olahraga yang dipilih memang berubah, tetapi kebiasaan untuk tetap aktif tidak pernah hilang. “Olahraga itu salah satu bentuk mencintai diri sendiri, menurut saya,” ucapnya.

Ketika Hobi Justru Membantu Praktisi PR Tiffany Diahnisa Bekerja Lebih Baik
Menurut Tiffany, olahraga menjadi cara untuk istirahat sejenak dari keseharian dan rutinitas pekerjaan yang padat.

Ia juga merasakan manfaat lain yang tidak kalah penting, yaitu kesempatan untuk bertemu dan berinteraksi dengan orang-orang baru yang memiliki minat serupa. Lingkar pertemanan yang terbentuk dari hobi membuat aktivitas ini terasa semakin bermakna.

Tiffany menyadari bahwa jadwal kerja yang padat sering kali membuat waktu terasa terbatas. Namun ia tidak membiarkan kesibukan sepenuhnya mengambil alih ruang untuk me time.

Ia terbiasa menyusun prioritas setiap minggu, mencakup pekerjaan utama, aktivitas keluarga, dan waktu untuk hobi. Rencana tersebut ia buat dengan jelas, tetapi tetap fleksibel jika ada agenda yang harus disesuaikan. Cara ini membantunya menjaga keseimbangan antara pekerjaan di kantor, aktivitas di rumah bersama keluarga, dan me time.

Untuk olahraga seperti padel dan tenis, Tiffany biasanya melakukannya saat akhir pekan, hari libur, atau ketika mengambil cuti. Tidak selalu mudah, tetapi cukup konsisten untuk menjaga ritme.

Bagi Tiffany, hobi tidak pernah benar-benar ‘mengalah’ pada pekerjaan. Ia justru melihat hobi sebagai pendukung aktivitas utamanya, yaitu bekerja.

Menjaga Keseimbangan dengan Orang Terdekat

Dalam keseharian, Tiffany berusaha menjaga keseimbangan antara me time dan quality time. Kuncinya ada pada komunikasi dan perencanaan.

Sepulang kerja, ia biasanya meluangkan waktu bersama keluarga. Akhir pekan sering diisi dengan jalan-jalan atau olahraga bersama, apalagi karena orang-orang terdekatnya juga rutin bermain tenis dan padel.

Me time ia nikmati di akhir pekan atau saat mengambil cuti. Kegiatannya sederhana, mulai dari membaca, menonton, mengikuti workshop pottery dan tufting, hingga berolahraga yang memberiknya jeda dari rutinitas padat.

Ketika Hobi Justru Membantu Praktisi PR Tiffany Diahnisa Bekerja Lebih Baik
Di waktu luang, Tiffany menikmati jeda lewat aktivitas sederhana, seperti membaca, menonton, mengikuti workshop pottery dan tufting.

Jika memiliki satu hari penuh tanpa kewajiban, Tiffany ingin mengajar membaca atau menjadi relawan di kelas mendongeng untuk anak-anak. Keinginan ini berkaitan dengan cita-cita lamanya untuk membuat buku dongeng anak, sebuah mimpi yang masih ia simpan hingga kini.

“Kalau masih sempat, pasti tetap olahraga padel atau tenis,” ujarnya..

Lewat kesehariannya, Tiffany menunjukkan bahwa bekerja dengan baik tidak hanya soal kemampuan profesional.

Menurutnya, cara seseorang merawat diri, mengatur waktu, dan memberi ruang untuk hal-hal yang dinikmati justru berperan besar dalam menjaga fokus, kesehatan mental, dan kualitas kerja dalam jangka panjang.

Wawancara dengan Tifanny Diahnisa dilakukan pada Kamis, 8 Januari 2026. Percakapan ini telah diedit agar lebih ringkas.

Artikel Terkait

Fill in the form, and we will get back to you within one business day.

Tell us about your project, and we will get back to you within one business day.