Di tengah rutinitas liputan yang begitu padat, sebuah tawaran dari pemimpin redaksi datang untuk Tira Santia, jurnalis Liputan6.com: program media visit di bidang perdagangan dan ekonomi yang digelar oleh Australian Trade and Investment Commission (Austrade).
Bagi Tira, undangan itu datang di waktu yang tepat. Selain jadwal yang sedang longgar, ia berpikir bahwa kesempatan itu tak akan datang dua kali.
Program itu pun tak sekadar kunjungan resmi. Ia berkesempatan bertemu dengan perdana menteri ekonomi dan pengusaha Indonesia yang berada di Australia.
“Kalau aku enggak jadi jurnalis, aku tidak bisa bertemu sosok-sosok yang seperti itu,” terang Tira.
Kepada RadVoice Indonesia, Tira bercerita lebih banyak tentang keseruannya selama di Negeri Kanguru itu.
Mewawancarai CEO & Pengusaha Distribusi Produk

Selama sepekan, Tira bersama lima jurnalis lainnya berangkat liputan ke Australia.
Ia mendapat berbagai perspektif menarik saat wawancara dengan CEO Austrade Paul Grimes.
Dalam pertemuan dengan jurnalis, Paul menyampaikan bahwa saat ini ada 179 investor Australia yang beroperasi di Indonesia.
“Minat perusahaan Indonesia untuk berinvestasi di Australia juga terus meningkat,” ungkap Tira.
Meskipun posisi Indonesia sebagai mitra perdagangan Australia disebut menurun dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia tetap menjadi pasar kunci dalam strategi ekonomi dan investasi kawasan.
Selain Paul, Tira juga meliput bisnis distribusi produk di bawah kepemimpinan CEO bernama Anthony Auwyang.

Anthony mendirikan perusahaan bernama Sony Trading. Perusahaan ini mendistribusikan aneka produk makanan dan kebutuhan sehari-hari di seluruh Australia Sydney, Melbourne, Brisbane, Adelaide, hingga Perth.
Baca Juga: Fajarina Nurin Menulis Artikel di Halaman Pertama Google
Melihat Kemajuan Transportasi
Di sela agenda liputannya, Tira juga berkesempatan mengeksplorasi sarana transportasi di Australia.
Tira kagum melihat kemajuan sistem transportasi umum di Sydney, mulai dari bus kota hingga tram, yang memudahkan mobilitas masyarakat. Tram adalah kereta listrik yang berjalan di atas rel di tengah jalan raya kota.
“Warganya teratur begitu (saat naik), tidak ada yang aneh karena nyela antrian,” kata Tira. “Australia negara maju. Aku selama di Indonesia, negara berkembang, beda begitu atmosfernya. Speechless saja,” lanjutnya.
Selain membuat straight news yang menjadi produk jurnalistik umum, Tira menulis pengalamannya dalam bentuk feature dan dimuat di Liputan6.
Harapan Kerja Sama Indonesia dan Australia

Tira berharap hubungan ekonomi antara Indonesia dan Australia ke depannya bisa meningkat.
Dari hasil wawancara bersama pejabat, porsi ekspor Indonesia ke Australia masih sedikit karena adanya kendala.
“Di Australia buat ngurus sertifikat halal dan yang lainnya itu cukup rumit. Australia salah satu negara yang sangat concern banget sama peraturan,” kata Tira.
Pemerintah Indonesia diharapkan bisa membantu agar persyaratan tidak memberatkan calon ekspor Indonesia ke Australia.
Wawancara dengan Tira Santia dilakukan pada Minggu, 1 Februari 2026. Percakapan ini telah diedit agar lebih ringkas.